“Tombol Panik”, Wajib Dimiliki Telepon Genggam Yang Masuk di India, Kapan di Indonesia?

Di Indonesia Baru Bandung Yang Punya

Comment

SICOM Pemerintah India lebih cepat dari Pemerintah Indonesia dalam hal memanfaatkan Telepon Genggamuntuk keselamatan warganya. Buktinya, India enam bulan kedepan mewajibkan produk telepon genggam yang masuk kenegaranya memiliki “Tombol Panik”.

Guna mencegah terjadinya kejahatan, pemerintah India mewajibkan setiap telepon genggam atau ponsel yang dijual di negaranya memiliki “Panic Button” atau tombol panik.Tombol Panik tersebut akan bermanfaat memberikan sinyal jika pemegangnya dalam keadaan darurat. Keadaan darurat itu bisa mengenai keselamatan, marabahaya dan kondisi genting lantaran kriminalitas.

Tombol darurat itu diharapkan dapat memudahkan warga di negeri Bollywod terutama para wanita dan anak-anak, mendapatkan pertolongan ketika sedang dalam situasi yang mengancam keselamatan mereka.

“Aturan menyertakan panic button di telepon genggam dijadwalkan mulai diimplementasikan dalam enam bulan ke depan,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak-anak India Maneka Gandhi seperti dilansir Times of India, Senin (21/12/2015).

Mencegah tindak kejahatan melakui Tombol Panik tak hanya diaplikasikan di India, di Indonesia sendiri inisiatif tersebut sudah, sayangnya belum diapresiasi oleh pemerintah pusat. Program ini baru berskala lokal.

Adalah Pemerintah Kota Bandung yang pada April lalu meluncurkan aplikasi ‘Tombol Panik’ untuk disematkan ke smartphone.

Software buatan Telkom ini diperuntukkan bagi warga Bandung pengguna ponsel berbasis Android sewaktu situasi darurat dan mencegah aksi kriminal.

“Untuk sementara baru Android. Nanti dikembangkan lagi. Aplikasi ‘Tombol Panik’ terkoneksi ke Bandung Command Center,” kata Walikota Bandung Ridwan Kamil kala itu.

Dijelaskannya, ketika ada kecelakaan dan keadaan darurat, pengguna tinggal tekan tombol tersebut. Kalau layar ditekan tiga kali, akan langsung menyampaikan notifikasi di ponsel nomor yang sebelummya sudah didaftarkan untuk terhubung dengan tombol panik.

“Jadi waktu registrasi, nomor keluarga terdekat didaftarkan. Saat dia lagi panik, keluarga terdekatnya bisa memantau dan mengambil tindakan plus terkoneksi ke Command Center,” jelasnya.

Up Next

Related Posts

Discussion about this post