Beranda Bisnis Bisnis E-Commerce Fastpay Siap Hadapi Persaingan MEA

Bisnis E-Commerce Fastpay Siap Hadapi Persaingan MEA

4107

SICOM Mengawali tahun 2016 yang merupakan tahun dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Fastpay yang merupakan bisnis prabayar via online dibawah PT Bimasakti Multi Sinergi yang merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang payment gateway paymet switching yang mendedikasikan diri untuk fokus pengembangan transaksi pembayaran elektronik.

Ditemui dikantor pusat  PT Bimasakti Multi Sinergi Jl. Delta Raya Utara kav. 49-51 Deltasari  CEO PT Bimasakti Multi Sinergi Ibnu Sunanto mengatakan untuk menghadapi persaingan Masyarakat ekonomi Asean (MEA) pihaknya memperkuat layanannya.

“Setelah dibukanya MEA para pemain luar tidak hanya melihat payment metode tidak hanya di dunia e commerce saja, beberapa waktu lalu kami juga  pernah sharing dengan operator payment di Singapura,  mereka juga ternyata ingin melayani transasksi non e-commerce, itupun sudah mulai masuk pasar Indonesia, ” kata Ibnu Sutanto kepada sicom, Selasa, 26 Januari 2016.

Pertanyaannya adalah,  lanjut Ibnu Sutanto, bila teman teman di Singapura sudah menyiapkan diri memasuki pasar Indonesia Apakah para provider payment sistem di Indonesia siap menghadapinya?,” ungkap Ibnu Sutanto

Dirinya memaparkan karena yang mampu bersaing di tingkat Internasional baru di dunia Perbankan saja. 

Sementara di dunia Payment yang berada di layar menengah, itu belum menyadari ancaman provider dari luar negeri, ” paparnya.

Oleh karena itu kita (Bima Sakti dan fastpay) untuk antisipatif salah satunya dengan memperkuat layanan kita dengan memperbanyak pelayanan itu yang pertama,” tukasnya.
“Kita antisipatif, dengan memperbanyak layanan yang diberikan pada masyarakat, ” beber Ibnu. 

“Selain itu yang kedua kami juga menggabungkan dalam produk yang bisa di sinergikan seperti  layanan periklanan, layanan penjualan barang atau jasa,sehingga itu jika disinergikan berbagai layanan yang bisa dikonsumsi masyarakat kita bisa lebih kuat dalam menghadapi provider dari luar negeri,” ungkap Ibnu.

Ditanya apa saja kendala krusial sendiri? Dirinya menegaskan olehnya mengumpulkan dari macam bisnis yang berbeda dan itu bukan hal yang mudah,” tegasnya.

Secara terpisah Suroto Direktur Sales Marketin PT. Bimasakti Multisinergi yakin dan optimis bisa berkembang di era digital saat ini.

” Fastpay tetap berkeinginan untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi pelanggan dan strategi itulah yang membuat kami bisa berkembang,” tukasnya. 

MEA menurut Suroto dapat dijadikan momen penting bagi bangkitnya pebisnis lokal di antara tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. “Kami di Fastpay sudah siap dan kami juga kuatkan simpul hingga ke bawah di tingkat loket,” tutupnya.

Sekedar diketahui Fastpay berkembang ke beberapa bisnis pembayaran online mulai dari rekening listrik, air, telpon, layanan transportasi seperti kereta api dan pesawat hingga layanan ticketing event lainnya. 

Yang terbaru juga mengembangkan Fastmedia yakni perantara iklan ke media massa baik cetak maupun elektronik.

Berdasarkan data yang didapat Liputan6.com  saat ini pihak Fastpay (Bima Sakti Multisinergi) memiliki 78.000 outlet PPOB aktif di seluruh Indonesia, 1.100 selain itu Total transaksi yang dibukukan secara nasional mencapai 11,2 jutaan transaksi per bulan dan 2,3 juta transaksi di Yogyakarta. (van)