Telkom Speedy Pakai Cara ‘Kotor’ Mirip Hacker Sisipkan Iklan ke Aplikasi Internet Browser

Pelanggan Internet Dirugikan

Comment

SICOM Layanan Telkom dianggap merugikan pelanggan. Seorang pelanggan mengaku merasa terganggu dengan layanan Speedy. Pasalnya, layanan Speedy kini memasukkan secara ‘ilegal’ memasukkan situs-situs dan iklan secara sepihak di lama internet.

Sebut saja Andri (26), pengguna Telkom Speedy asal Surabaya mengaku terganggu dengan layanan u-ad.info.

“Itu situs iklan dimasukkan secara paksa oleh ISP ke dalam situs-situs yang tidak terenkripsi (non-https). Injeksi situs iklan ini biasanya terjadi pada pelanggan Telkom Speedy, terutama pelanggan-pelanggan baru,” demikian kata Andri kepada SICOM, Senin (15/2/2016).

Lanjut Andri, layanan ini dimasukkan pada pelanggan baru yang tidak tahu apa-apa. Padahal itu sangat menganggu. Dan menurut pelanggan, cara-cara ‘kotor’ semacam ini justru digunakan Telkom Speedy untuk mengeruk keuntungan sepihak.

“Pihak Telkom menyisipkan advertising ke aplikasi internet browser yang digunakan pelanggan,
namun sepertinya script ini juga dapat didesain untuk mengetahui kebiasaan pelanggannya dalam berselancar di dunia maya. Yang dilakukan Telkom tak ubahnya cara-cara ‘penjahat’ di dunia maya, mirip hacker,” kata Andri yang berprofesi sebagai IT.

Permasalahan dari situs iklan ini, imbuhnya, sering terjadi timeout yang menyebabkan lamanya suatu halaman terbuka bahkan ketika menggunakan koneksi yang cepat.

Selain itu injeksi javascript yang digunakan oleh situs ini seringkali merusak javascript asli pada halaman yang dikunjungi yang berujung pada rusaknya fungsi dari halaman tersebut.

“Contohnya ketika pengguna membuka halaman admin berita untuk upload  tidak bisa karena visual editornya tidak keluar gara-gara ini,” ujarnya.

Beberapa pelanggan Telkom Speedy melaporkan bahwa mereka dapat menonaktifkan injeksi script iklan dengan menghubungi 147 dan meminta untuk mematikan iklan u-ad.info. Tapi intinya, ini adalah cara ‘penjahat’ yang hanya mengambil keuntungan sesaat dari pelanggan. “Seharusnya Telkom tidak melakukan layanan seperti itu. Sebab, pelanggan sudah membayar, dan mereka seharusnya diberi kemudahan, dan bukannya malah dihambar. Ini jelas merugikan,” pungkas Andri.

Up Next

Related Posts

Discussion about this post