Beranda Headline Praktik Video Mesum Dibongkar Satreskrim Kepolisian Resor Cilacap

Praktik Video Mesum Dibongkar Satreskrim Kepolisian Resor Cilacap

673
Ilutrasi

SIAGAINDONESIA.COM Unit Opsnal Satuan Reserse Krimiminal Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, berhasil mengungkap praktik peredaran video porno dengan menangkap seorang pelaku yang diduga telah menjual memory card yang berisi film orang dewasa. Pelaku berinisial, JPL (19), warga Cilacap ditangkap pada hari Senin (13/6/2016) di Jalan Perintis Kemerdekaan depan garasi bus Efisiensi, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, sekitar pukul 10.00 wib. Penangkapan berlangsung lancar, saat pelaku hendak melakukan transaksi memory card video porno dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli.

Dari penangkapan tersebut petugas berhasil menyita 4 buah memory card 8 GB merek Maestro, 2 buah card reader, 1 flashdisk 16 GB serta uang tunai Rp 78 ribu. Penangkapan ini di benarkan AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK, MH, Kapolres Cilacap.

Dijelaskan AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Agus Sulistianto SH, SIK, didampingi Kanit I, Ipda Hadi Nugroho SH, bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya informasi penjualan memory card porno lewat online (facebook) dengan alamat facebook Putra Zeus Devan.

“Pelaku kita pancing oleh anggota yang berpura-pura akan membeli memory card video porno dan mengajak bertemu di suatu tempat untuk melakukan transaksi. Saat berlangsung transaksi, pelaku kami tangkap dengan barang bukti berupa memory card yang diduga berisi video porno serta satu unit sepeda motor Jupiter Z Nopol R 2056 AF,”jelas Ipda Hadi Nugroho., Selasa (14/6/2016)

Untuk memudahkan transaksi, lanjut Kanit I, awalnya pelaku menawarkan memory card video porno melalui jejaring social Facebook yang di dalamnya tercantumkan nomor HP pelaku yang bisa dihubungi.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun,”kata Ipda Hadi. (CiptaDinata)