Beranda Edukasi Penataan Guru dan Literasi Jadi Isu Strategis Renstra

Penataan Guru dan Literasi Jadi Isu Strategis Renstra

15
Istamar saat memaparkan Renstra Pendidikan Kabupaten Ngawi (Dian KD)

Workshop Penyusunan Reancana Strategis SKPD Pendidikan Tahun 2016-2021 Kab/Kota Mitra USAID PRIORITAS Jatim

SIAGAINDONESIA.COM Melanjutkan kegiatan review rencana strategis Pendidikan yang digelar sebelumnya oleh USAID PRIORITAS Jatim pada Mei lalu. USAID PRIORITAS menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Reancana Strategis SKPD Pendidikan Tahun 2016-2021 Kab/Kota Mitra USAID PRIORITAS Jatim pada 28-29 Juni 2016 di Hotel Singgasana Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan dari 9 kabupaten/kota yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Blitar, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan oleh M. Adri Budi, Spesialis Tata Kelola dan Pemerintahan USAID PRIORITAS Jatim, kegiatan ini untuk melakukan sinkronisasi renstra kab/kota dengan renstra Kemdikbud pusat. “Hasilnya sekitar 20%-40% indikator kinerja program dari renstra pendidikan 9 kab/kota telah sesuai dengan indikator kinerja program renstra Kemdikbud pusat,” terangnya.

Selain itu menurut pria yang akrab dipanggil Adri ini, ada 5 isu strategis Pendidikan yang selama ini belum menjadi perhatian kab/kota, padahal ke-5 isu tersebut menjadi permasalahan di kab/kota masing-masing dan menjadi perhatian khusus dari kebijakan Kemdikbud Pusat. Ke-5 isu strategis tersebut meliputi: pengimbasan praktik baik pembelajaran dan manajemen sekolah melalui penguatan KKG dan MGMP; kecukupan dan distribusi/penataan bagi guru dan kepala sekolah; peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; menumbuhkan budaya baca atau literasi, dan dukungan program inklusi.

Dijelaskan oleh Istamar selaku Kasie Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kab Ngawi, kabupatennya telah mengupayakan beberapa kegiatan dan menganggarkan dana untuk menguatkan kegiatan yang berhubungan dengan ke-5 isu strategis diatas.

“Dalam penataan guru misalnya, Kab Ngawi telah melakukan mutasi guru untuk menutupi kekurangan guru SD, dimana guru SMP/SMA yang mau dimutasi menjadi guru SD karena kekurangan jam mengajar akan dikuliahkan gratis di PGSD dimana biaya kuliah tersebut ditanggung oleh APBD,” terangnya. Hingga saat ini sudah ada 9 guru yang dimutasi menjadi guru SD dan lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan.

Menurut Silvana Erlina selaku Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah beberapa beberapa kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian USAID PRIORITAS telah terintegrasi dalam draft awal renstra kab/kota mitra yang sudah dituangkan dalam isu strategis, program kegiatan, indikator capaian program dan pagu indikatif sampai 5 tahun mendatang

Dalam kegiatan tersebut hadir pula dari unsur DPRD dan Bappeda kab/kota. Menurut Adri, mereka diundang dalam rangka mendorong dan mendukung program dan kegiatan peningkatan mutu pendidikan di kab/kota masing-masing sehingga outcome-nya menghasilkan rancangan awal renstra dinas pendidikan yang komprehensif dan memiliki konten yang memiliki daya dorong dalam peningkatan mutu pendidikan di kabupaten.

Sebagai informasi, USAID PRIORITAS merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat yang didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini diterapkan selama lima tahun (2012-2017), dan telah berlangsung di sembilan provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat).*

Keterangan lengkap silakan menghubungi:

  • Silvana Erlina, Koordinator USAID PRIORITAS Jatim (08113695580), email: [email protected]
  • Adri Budi, Spesialis Pemerintahan dan Manajemen USAID PRIORITAS Jatim (08113695585), email: [email protected]
  • Dian Kusuma Dewi, Spesialis Komunikasi USAID PRIORITAS Jatim (08113695586), email: [email protected] dia