Beranda featured Hacker Bongkar Kecurangan Pilpres 2014, Ketua KPU Diracun?

Hacker Bongkar Kecurangan Pilpres 2014, Ketua KPU Diracun?

12244
Di dunia maya beredar rumor jika Husni Kamil meninggal karena diracun. Bahkan politisi Ali Mochtar Ngabalin mendesak untuk dilakukan otopsi setelah melihat wajah jenazah tidak wajar saat dikafani.
Di dunia maya beredar rumor jika Husni Kamil meninggal karena diracun. Bahkan politisi Ali Mochtar Ngabalin mendesak untuk dilakukan otopsi setelah melihat wajah jenazah tidak wajar saat dikafani.

SIAGAINDONESIA.COM Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.

“Ketua KPU meninggal, sekarang masih di RSPP,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia saat dihubungi membenarkan kabar tersebut, Kamis (7/7/2016) malam.

Husni meninggal di RSPP sekitar pukul 21.07 WIB. Jenazah Husni kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Siaga Raya No 23 A, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sebelum meninggal dunia Husni Kamil mengeluh sesak napas. “Sempat ngobrol dengan saya, katanya sesak napas mau kontrol,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi. Sebelum meninggal, lanjut Viva, Husni sudah mengeluh sesak napas sejak pagi hari tadi. Ia pun kemudian langsung bergegas menuju rumah sakit. “Sesak napas dari pagi,” ujar Viva.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan rasa duka cita

“Selamat jalan sahabat saya,” ujar Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo menilai sosok Husni Kamil Manik adalah sosok yang memiliki keteguhan dalam sikap dan prinsip yang kuat dalam memperjuangkan demokrasi.

Selain itu, Husni menurut Tjahjo adalah sosok yang komunikatif dalam rangka memecahkan masalah.

“Sahabat saya yang selalu membuka diri untuk terus berkomunikasi kalau ada hal-hal di daerah terkait pilkada serentak selama persiapan dan suksesnya pilkada serentak 2015,” kata Tjahjo.

“Kita akan selalu mengenang sosok pemikir dan pekerja keras yang demokratis, komunikatif, memegang prinsip dan keyakinan,” kata Tjahjo menambahkan.

Sayangnya, kepergian Husni tidak serta merta ditanggapi banyak orang sebagai sebuah kewajaran.

Kepergian Husni yang mendadak justru membuat banyak kalangan bertanya-tanya. Ada yang menduga, Husni meninggal karena diracun.

Berita kematian Husni sempat menjadi trending topik. Ada yang menyebut Husni meninggal dunia akibat peradangan atau infeksi bisul. Bisul tersebut bertambah parah karena penyakit diabetes yang sudah lama diderita oleh pria berumur 41 tahun tersebut.

Namun sebuah status yang diposting oleh seorang netizen bernama Cut Meutia Adrina membuat heboh. Pasalnya Meutia menganggap ada indikasi kalau Husni diracun.

Sontak saja postingan tersebut langsung menuai banyak tanggapan dari para netizen yang melihat tulisan tersebut.

Meutia dalam akun Facebooknya menulis: OTOPSI Dari wajah terakhir almarhum
Husni Kamil Manik (ketua KPU RI). Dan atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta utk mengungkapkan tabir dibalik kematian sdr. Husni saya mengusulkan ada tim Dokter ahli forensik yang independen utk melakukan OTOPSI. semoga keluarga berkenan memberikan izin, saya menyaksikan wajah seperti ini seperti dahulu wajah yg pernah saya lihat setelah diotopsi ternyata yang bersangkutan mati krn diracun, negara harus menaruh perhatian pada kematian sdr. Husni Kamil yang sungguh sangat mendadak berita kematiannya seperti diliput dan menghiasai berita di berbagai media. waspada dira anuraga, ali mocthar ngabalin, Dr. drs. MA, Ketua Umum POSSI DKI, Ketua Umum Muballigh Se-Indonesia

Dari tulisan Meutia tersebut, dia melampirkan foto wajah jenazah Husni saat dikafani. Dalam statusnya juga disebutkan nama seorang politisi Ali Mochtar Ngabalin yang juga menjabat Ketua Umum Muballigh se-Indonesia dan Ketua Umum dari POSSI.

Dalam akun Twitter @NgabalinAli, yang bersangkutan rupanya juga mengunggah link berita dari netralitas.com yang kontennya berkaitan dengan kematian mendadak Husni.

Disebutkan, atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta untuk mengungkapkan tabir di balik meninggal dunia Ketua KPU Husni Kamil, Ngabalin mengusulkan untuk dilakukan diautopsi.  Proses autopsi ini diminta dilakukan oleh tim dokter ahli forensik yang independen.