Ini Terobosan PJB, Lirik Rumput Laut untuk Sumber Energi Listrik Terbarukan‎

Comment

SIAGAINDONESIA.COM ‎- PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) melakukan terobosan baru, produsen tenaga listrik berkantor pusat di Surabaya ini terus mematangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), dengan bahan baku energi terbarukan yakni, rumput laut yang ada di Laut Amurang, Minahasa Selatan.

‎Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara menyebut, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap riset dan ditargetkan pembangunan akan rampung dan beroperasi pada tahun 2019.

“Riset tentang PLTBg rumput laut di Amurang sudah mulai dilaksanakan bekerjasama dengan Universitas Diponegoro. Jika risetnya memakan waktu 8 bulan dan langsung disepakati oleh pemerintah, maka tiga tahun lagi proyek ini akan beroperasi,” kata Iwan Agung Firstantara di kantor PJB di Surabaya, Rabu 10 Agustus 2016.

Terobosan itu, disebut sangat sesuai dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Apalagi di sana, tumbuh rumput laut dengan species nya , yang memiliki kandungan metan sangat tinggi dan cocok untuk pembangkit listrik. Itu setelah diolah dan menghasilkan gas, yang kemudian untuk menggerakkan turbin.

“Laut disana dalam sehingga kita bisa mengembangkannya secara bertingkat. Pemda juga sangat mendukung dan proyek ini sudah masuk dalam rencana strategi pengembangan daerah,” tambahnya.

Tahap awal, investasi yang sudah digelontorkan untuk alokasi tahun ini mencapai hingga Rp3 miliar. Jika berhasil, maka PJB terlebih dahulu akan mematenkannya dan akan dikembangkan di berbagai daerah lainnya yang cocok.

Proyek pembangkitan itu, akan mulai dari Amurang dan akan dikembangkan di berbagai daerah. 

“Kami (PJB), diantaranya telah melakukan survei di Sumenep apakah laut di sana cocok untuk pengembangan PLTBg rumput laut,” katanya.

Saat ini, produksi listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai sebesar 1.500 MW dari 7.039 Mega Watt‎ produksi listrik yang berhasil diproduksi PJB di delapan lokasi atau sebesar 21 persen dari total produksi listrik. Lima tahun ke depan, kontribusinya ditargetkan bisa mencapai 2.500 Mega Watt‎ atau 25 persen dari total produksi listrik. 

Sejumlah proyek EBT yang saat ini sedang dan sudah selesai digarap adalah PLTA Batang Toru sebesar 510 MW. PLTMG Bawean sebesar 3 MW. Serta energi surya sebesar 1 MW di Cirata.

PJB juga tengah melakukan diskusi tentang pembangkit listrik tenaga gelombang laut dibawah jembatan di Kupang Nusa Tenggara Timur. 

Jika persetujuan sudah selesai, di bawah jembatan akan dipasang baling-baling dengan memanfaatkan gelombang laut untuk menggerakkan generator dan menghasilkan tenaga listrik. ‎‎
 
Direktur Niaga PT PJB (Persero) Henky Heru Basudewo menambahkan, PJB juga menyiapkan PLTU Jawa 7 yang masih dalam proses. Nantinya bisa memproduksi listrik 2 x 1.000 MW dengan menggunakan teknologi ultra super critical. ‎PLTGU Sumbagut 3,4 berkapasitas 2×250 Mega Watt yang dibangun bersama Nebras Power, dan PLTU Cilacap 600 Mega Watt, dan akan ekspansi dengan kapasitas 1.000 Mega Watt.‎

“Proses pengurusan amdal dan sebagainya sudah selesai. Semoga Oktober ini sudah selesai semua. COD nya diperkirakan 2019 hingga 2020,” pungkasnya.tji‎

Up Next

Related Posts

Discussion about this post