Sababay Winery Wine Baru Asal Bali

SICOM Selama ini wine terbaik dikenal dari Eropa, khususnya Perancis. Wine asal Perancis menjadi digemari kalangan menengah atas, karena rasa dan aromanya yang khas. Selain memiliki khas pada rasa dan aroma, wine Perancis juga terbuat dari anggur khas Perancis, meski jenisnya juga sama yakni vitis venivera. Minuman kalangan elit sosialita yang harganya bisa puluhan juta per botol ini ternyata sudah diproduksi oleh Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Wine bernama sababay ini sebenarnya mulai dikenalkan sejak 2012 lalu di Bali dan pada 2014 juga mulai di pasarkan ke Jakarta.

“Untuk produksi anggur ini kami memakai dua jenis anggur asli Bali yakni alfonso lafale dan moscat atau anggur hijau itu,” kata Konsultan Media Sababay Yoke Darmawan saat ditemui dalam acara tasting wine di Sheraton Surabaya Hotel and Tower.

Rasa wine buatan dalam negeri ternyata tidak kalah nikmat dengan wine asal Eropa. Meski kedua tentu terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Jika wine asal Perancis memiliki banyak varian rasa dan jenis anggur yang digunakan juga beraneka ragam. Maka berbeda dengan wine sababay yang sementara ini masih memiliki lima jenis wine yakni black velvet, pink blossom, white velvet, ludisia dan moscato d’bali.

President Director Mulyati Gozali, Ke depannya Sababay Winery bermisi ingin menjadi pemimpin di pasar wine di Asia Tenggara. Berikutnya, Sababay Winery akan kembali meluncurkan varian terbarunya, yakni, White Velvet (White Wine) dan Ludisia (Red Sweet Wine) pada bulan April 2013, dan Sparkling Red Wine, Sparkling White Wine, dan Sparkling Rose Wine pada bulan Mei 2013. (DI) Foto: Dok. Sababay Winery

Bahkan untuk wine moscato d’bali ini juga menjadi mascot produk sababay karena pernah mendapat medali silver untuk penilaian produk tersebut. Moscato d’bali ini adalah jenis wine yang terbuat dari anggur hijau dan hasil fermentasinya termasuk dalam white wine.

“Moscato ini cocok untuk kegiatan occasional dan cocok untuk orang yang suka wine dengan rasa manis bubbles. Biasanya kuliner untuk teman makan wine jenis ini adalah amuse bouches, prawn cocktail dan lime souffle,” imbuh Yoke.

Semua wine kami kandungan alkoholnya tergolong rendah, antara 8-11% saja. Selain dinikmati sendiri, untuk miinum wine rata-rata biasanya ditemani beberapa kuliner tertentu atau yang disebut dengan food pairing. Hal ini dilakukan supaya rasa wine yang diminum bisa semakin nikmat. Untuk food pairingnya produk sababay ini pun juga cocok dikombinasi dengan kuliner lokal seperti sate lilit bali, udang bakar bumbu, bebek betutu, sop buntut ares dan masih banyak lagi.

Masing-masing wine sababay ini juga mempunyai rasa yang khas. Misalnya white velvet yang mempunyai aroma khas buah-buah tropik yang segar. Lain lagi dengan black velvet yang yang warnanya cenderung gelap dan rasanya ringan atau light. Sedangkan untuk rasa wine yang cenderung manis yakni ludisia.

Perkembangan wine lokal ini sebenarnya tidak lepas dari campur tangan Mulyati Gozali yang sekaligus ibu dari Yoke. Perempuan satu ini terus bereksperimen untuk membuat wine asli Indonesia dengan menggandeng seorang ahli pembuat wine dari Prancis yakni Vincent Desplat dan hasilnya adalah wine sababay. Harga wine ini juga cukup bersahabat jika dibanding wine eropa, antara Rp.185.000,00 hingga Rp.250.000,00an per botol.

Up Next

Related Posts