Lewat Grafis, Saiful Menggugat Peran Media Massa

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Seniman grafis, Saiful Hadjar menggugat peran media massa yang semakin dominan. Gugatan Saiful dipresentasikan dalam bentuk gambar-gambar grafis cukil (hardboard), yang di pamerkan di studio Rakuti, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, Surabaya.

Pameran yang digelar Saiful selain sebagai pameran tunggalnya juga untuk menandai akhir setudinya di jurusan seni rupa STKW.

Sebagai salah satu penggagas Komunitas Seni Rupa Bermain (KSRB), karya-karya yang dipamerkan Saiful tetap mempunyai denyut wacana yang menggelitik. Paling tidak, karya grafis Saiful, tidak hanya menampilkan ketrampilan mencukil dan mencetak, tetapi juga bagaimana Saiful mampu memproduksi makna dalam karya hitam putihnya itu.

Pameran yang bertajuk ‘Matinya Media Massa dalam Dehumanisasi’ mengusung tema-tema kekuasaan media-media mainstreams yang dikatakan Saiful sudah menunjukan kehilangan keperpihakannya pada rakyat. “Media-media utama kita banyak berpihak pada kekuasaan,” tegas Saiful, pada siagaindonesia.com, di ruang pamer.

Lebih lanjut Saiful menegaskan, akibat dari matinya media utama, banyak memunculkan media-media perlawanan, seperti facebook, blog, web, dan media online. “Setiap orang sekarang adalah jurnalis yang bisa menyampaikan berita apa saja, di luar mainstream,” kata Saiful.

Seniman grafis, Saiful Hadjar.

Seniman grafis, Saiful Hadjar.

Inilah bentuk perlawanan informasi oleh masyarakat terhadap berita-berita mainstream yang cenderung berpihak pada penguasa. Sejalan dengan matinya media massa, lanjut Saiful, muncul persoalan baru yaitu dehumanisasi. “Rasa kemanusiaan kita sudah terkikis. Karena setiap manusia berkeinginan untuk saling menguasai,” tegas Saiful.

Hal ini ditunjukan dalam karya yang berjudul, ‘Saling Makan Memakan.’ Terdiri dari panel grafis yang menggambarkan saling memakan, saling menginjak, dan saling menjilat. Begitu juga pada panel grafis berjudul ‘Main Tuding’ juga menggambarkan kondisi sosial politik saat ini yang cenderung saling tuding atau tuduh menuduh.

Untuk mewujudkan ide-idenya itu Saiful menuangkan karya grafisnya pada lembar-lembar koran yang disusun secara panel-panel (kolom). Dalam satu panel, mencerminkan satu rangkaian tema yang mewujudkan wacana tertentu. Misalnya grafis dengan judul ‘Negeri Legislatif’, Saiful seperti ingin menegaskan, betapa negeri ini sudah dikuasai para politikus, dengan menggambarkan wajah-wajah dalam satu panal.

Menariknya, dalam pameran ini, Saiful masih menampilkan isu-isu kekerasan yang sering diusung dalam beberapa pameran grafis sebelumnya. Seperti tema, penangkapan, main tuding, bentrok, dan lain-lain adalah isu-isu kekerasan pada rakyat yang sering digarap oleh Saiful dalam karya grafisnya. Dalam tema ini Saiful seakan ingin menegaskan, semua kekuasan memiliki karakter sama, mematikan rasa kemanusiaan. “dan itu sangat berkorelasi dengan peran media massa yang semakin mati suri,” tegasnya. rig

Up Next

Related Posts

Discussion about this post