Enam Teater Tampil di Parade Teater Jatim

Grup yang tampil merupakan gambaran perkembangan teater di Jawa Timur terkini.

Comment

SIAGAINDONESIA.COM: Enam teater bakal meramaikan Parade Teater Jatim yang digelar oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur, pada 26-27 Agustus mendatang, di Gedung Cak Durasim. Enam kelompok teater ini, hasil seleksi lewat video yang dikirimkan tak kurang dari 30 kelompok terundang.

Dari 30 terundang tersebut, kemudian diseleksi administrasi. Hasilnya hanya meloloskan 13 video teater yang di seleksi oleh tiga pengamat. Hasilnya ada 6 kelompok teater yang berhasil lolos menuju Parade Teater Jatim yang kali ke empat ini.

Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Sukatno, mengatakan bahwa nanti ke enam kelompok teater tersebut akan ditampilkan dua hari secara berturut-turut. Namun penampilan mereka tetap disesuaikan dengan konsep garapnya. “Intinya kami siap melayani konsep garap kelompok yang akan tampil. Boleh di luar gedung atau dalam gedung,” kata Sukatno.

Ditambahkannya, bahwa pihak UPT Jawa Timur sengaja melakukan seleksi lewat video dengan harapan agar, para kelompok teater terbiasa mempersiapkan diri dengan iven-iven yang membutuhkan profil yang lengkap. Selain itu, Sukatno berharap agar membiasakan mendokumentasi hasil karya para penggiat teater. “Setidaknya kalau ada iven-iven semacam parade, peserta sudah siap,” kata Sukatno.

Selain itu dengan diadakannya seleksi lewat video, berharap para penggiat teater selalu punya produksi baru yang bisa ditawarkan di berbagai iven.

Sementara itu salah satu tim seleksi, Meimura, mengakui, secara teknis, seleksi lewat video ada kendala komunikasi yang sangat berjarak. Karena itu, seleksi lewat video hanya sebatas pada pengamatan bentuk, dan unsur artistik yang tampak dalam frame video.

“Intinya tidak ada kendala. Kita tetap melihat secara proporsional teater itu disajikan meski lewat video,” kata Meimura.

Sementara itu seperti dijelaskan dalam laporan seleksinya, bahwa dari 13 video yang diseleksi terdapat dua kecenderungan pilihan bentuk teater, antara lain, bentuk realis dan post realis. Selain itu dari 13 kelompok masih didominasi oleh teater yang para aktifisnya dari kampus.

Pilihan bentuk itu menyiratkan bagaimana komunitas-komunitas teater di Jawa Timur, cukup dinamis. Demikian juga, pemilihan tema dan pendekatan teaternya juga sangat terasa warna Jawa Timurnya. “Meski ini tidak diharuskan, tetapi kecenderungan untuk menggali secara sosio-kultural, sangat kuat,” kata Giryadi.

Adapun enam kelompok teater yang akan tampil adalah: Teater Cowboy (Malang), membawakan naskah ‘Orang Asing’ (Rupert Brook), Teater Sangbala (Lamongan), membawakan naskah, ‘Tragedi Amitunon’, Masyarakat Teater Surabaya, menampilkan ‘Luka-luka yang Terluka,’ (Whani Darmawan), Teater Hompimpah (Malang), menampilkan ‘Kapai-Kapai’ (Arifin C Noer), Langue Teater Sumenep, menampilkan ‘Kampung Apung’ (Mahendra), dan Teater Bangkang (Bangkalan), menampilkan ‘Marjinal’ (Adaptasi RT0 RW 0, Iwan Simatupang). rig

Up Next

Related Posts

Discussion about this post