Fenomena Tangan di Atas Lebih Baik Daripada Tangan di Bawah

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Dicekoki berita politik, isu – isu panas artis dalam dan luar negeri, kasus serta hukum yang tidak ada hentinya. Jelas bosan. Masyarakat kadang sampai hilang kepekaan gara – gara ” chaos ” dan sebuah retorika, penting kemenangan bukan kebenaran, kata bung Agus.

Pertengahan tahun ini nampaknya mulai muncul gebrakan dan gerakan baru, ada yang terang – terangan, ada yang diterang – terangkan. Semua mengambil ranah sosial yang telah agak lama terbengkalai. Mulai dari hal – hal kecil seperti share foto bernilai humanisme, yang manfaatnya luar biasa. Ini kekuatan sebuah jaringan, sebuah komunitas dalam dunia maya, rangkaian yang menyatukan rantai dompet serta rantai kepekaan yang mulai berkarat.

Benar – benar tahun berinvestasi di surga bagi masyarakat awam. Gerakan – gerakan dengan tendensi sosial pun mulai lahir. Komunitas – komunitas yang awalnya cuma sarana berkumpul dan nongkrong, kini semakin guyub rukun menyantuni dengan santun.

Media sosial sangat berpengaruh menyebarkan apa saja, bisa mempengaruhi apa saja. Sebut saja akun LT yang gencar memposting foto kaum dhuafa, dimana sebelumnya cuma jadi media gosip yang membahas kalangan artis dan sosialita. Toh, postingan kaum tersisihkan mampu menarik respon followernya yang mencapai angka hingga 1,1 juta.

Selain itu masih banyak komunitas yang awalnya hore – hore kini memiliki sensitifitas mengelola kepekaan sosialnya. Fenomena yang menarik, semoga bukan cuma peredam di tengah kekisruhan dongeng negeri ini, tapi ketika memberi menjadi kebutuhan sesuai ukuran kemampuan, maka menerima pun bukan berarti memanjakan penerima, Lillahhi ta’ala. Lely

Up Next

Related Posts

Discussion about this post