Komik Dlimas Terinspirasi dari Tokoh Ki Kromo Taruno yang Getol Melawan Belanda

Ide Membuat Komik untuk Transformasi Pengetahuan Tentang Kampung Halaman terhadap Generasi Muda

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Dlimas merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebagai desa agraris, maka wilayah ini juga kuat dengan budaya agraris seperti bersih desa dan seni tradisinya.

Komik ini berangkat dari persoalan terkini di Desa Dlimas yaitu alih fungsi lahan sawah menjadi industri. Gejala alih fungsi lahan di kawasan Klaten sudah terbaca melalui data BPS Klaten tahun 2012. Bahwa Klaten yang memiliki luas wilayah 65.556 ha kini terjadi peralihan fungsi lahan pertanian pangan menjadi non pertanian.

Dari lahan sawah dan tegalan dalam 5 (lima) tahun terakhir rata-rata mengalami penurunan sebesar 35,67 Ha (0,10%).Alih fungsi lahan tersebut yang terbesar digunakan untuk perumahan yakni sebesar 86,18 % dan yang lainnya untuk industri serta perdagangan/jasa. Bahkan menurut BPN Klaten lahan pertanian di Klaten pada tahun 2005 – 2009 berkurang sebesar 245,3607 ha,dengan rincian 61,38 % untuk perumahan dan selebihnya untuk industri, perusahaan dan jasa.

Kecamatan Ceper merupakan salah satu kecamatan yang dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah ditetapkan sebagai kawasan industri. Tentunya hal ini menyebabkan begitu banyak lahan-lahan sawah yang dialih fungsikan menjadi pabrik, tidak terkecuali dengan Desa Dlimas.

Perubahan fungsi lahan yang terjadi secara cukup massif di Desa Dlimas ini telah menyebabkan melemahnya jiwa pertanian pada generasi muda, keretakan hubungan sosial antarwarga, dan tentunya kesehatan lingkungan.

Padepokan Kyai Suluh, sebuah wadah kesenian yang dipimpin oleh Rudi Yesus berusaha mengkritisi kondisi yang terjadi di desanya melalui kegiatan-kegiatan seni dan pelestarian lingkungan di lingkup generasi muda.

Pada tahun 2014, Padepokan Kyai Suluh menggelar Pementasan Kethoprak dan Pameran foto yang bertajuk “Bakti Untuk Desa,” dan di tahun 2015 menggelar sebuah rangkaian kegiatan bertajuk “Festival Nglemah Nglumbung”.

Pada tahun ini, Padepokan Kyai Suluh bekerjasama dengan CreativeNet menerbitkan sebuah komik berjudul “Dlimas: Dari Abad 18 Hingga Kini.” Penulis ceritanya adalah Rudi Yesus, yang juga seorang penyair dan sutradara teater. Ilustrasi komik digarap oleh Enka NK, perupa grafis asal Klaten yang kini studi di ISI.

“Komik ini bercerita legenda dan sejarah Desa Dlimas, dari mulai asal usul nama, datangnya pabrik gula yang memantik perlawanan dari seorang tokoh bernama Ki Kromo Taruno  terhadap belanda. Kemudian kondisi terkini desa mengenai hilangnya tanah untuk pertanian akibat alih fungsi lahan sawah menjadi pabrik,” ungkap Rudi Yesus, penulis cerita.

Launching & Pameran Komik “Dlimas” digelar Senin, 28 November 2016 di Survive Garage, Jl. Nitiprayan No. 99, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Launching & Pameran Komik “Dlimas” digelar Senin, 28 November 2016 di Survive Garage, Jl. Nitiprayan No. 99, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Ide membuat komik ini dirasakan penting untuk transformasi pengetahuan tentang kampung halaman terhadap generasi muda.

“Saya ingin agar generasi muda Dlimas selalu mengingat sejarah kampungnya, dan menyadari apa yang sedang terjadi di desanya, dan tetap memiliki harapan terbaik untuk  kampung halamannya, Dan komik merupakan salah satu medium yang menarik dan mudah dicerna untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut,  baik bagi  awam dan terutama anak muda,” lanjut  Rudi Yesus.

Enka NK sebagai generasi muda Klaten sudah pernah menerbitkan komik kompilasi bernama Barasub. Untuk komik “Dlimas”, menurut Enka NK tantangan yang dihadapinya lebih pada membayangkan visual geografis desa Dlimas di masa lampau. Hal ini disebabkan minimnya foto-foto desa di abad 18.

“Hal yang mengasyikan dari pembuatan komik ini karena versi ceritanya lebih, yaitu sejarah sebuah desa. Tapi karena saya tumbuh dan besar di Kota Klaten, maka tantangannya adalah menggambarkan desa di masa lalu. Namun melalui pembuatan komik ini saya lebih memahami persoalan sosial yang terjadi di tanah kelahiran saya,” ungkap Enka NK.

Komik ini sendiri akan diberikan secara gratis bagi masyarakat Dukuh Dlimas, dan sebagian akan dijual agar bisa dicetak ulang. Adapun acara dari launching ini yaitu:

  • Launching & Pameran Komik “DLIMAS” Senin, 28 November 2016, Pukul 18.30 – Selesai, lokasi: Survive Garage, Jl. Nitiprayan No. 99, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
  • Diskusi Komik yang menghadirkan narasumber Terra Bajraghosa (Pencinta Komik dan Dosen FSR ISI); Herdaru Manfa Lutfie (Ahli Hukum Agraria); Rudi Yesus (Penulis cerita) ; Enka NK (komikus).
  • Pembacaan puisi oleh Rudi Yesus Pentas Musik oleh :
    • John Tobing yang secara khusus telah membuat karya yang berangkat dari persoalan alih fungsi lahan di Desa Dlimas. Untuk karya tersebut, John Tobing berkolaborasi dengan Ade Tanesia
    • Sisir Tanah (Danto)
    • Felix Ivan Thambun (pemain sape Kalimantan)
    • Deu Galih

CP: Ade Tanesia (08112652967)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post