Ketika Penulis Tidak Hanya Menulis

Detective Andy 1: Nyanyian Kematian

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Menulis kisah detektif tidak lebih mudah daripada genre lain seperti roman atau religi, walaupun semuanya memiliki tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Setiap tulisan memerlukan riset dan ketelitian agar bisa menyenangkan untuk pembaca. Dua hal ini menduduki porsi lebih dalam sebuah cerita petualangan memecahkan misteri.

Riset dan ketelitian mendalam akan membuat sebuah cerita detektif tampil menggigit namun tetap di jalur logika, selain unsur fairplay atau kejelasan petunjuk. Di antara beragam novel detektif yang beredar baik lokal maupun mancanegara, serial petualangan Andy Syahrul hadir untuk lebih meramaikan genre ini.

Nyanyian Kematian, adalah tajuk untuk buku detektif pertama saya. Awal perwujudan semua ide yang sudah terangkum di benak selama bertahun-tahun. Dalam buku ini saya memperkenalkan sosok Andy Syahrul. Di antara sekian banyak tokoh detektif dengan beragam latar belakang profesi, saya memilih dunia yang tidak berbeda dengan yang saya jalani. Andy saya gambarkan sebagai seorang penulis dan programmer lepas. Namun selain itu, ia memiliki kemampuan untuk menganalisis dan memecahkan rahasia ataupun misteri yang tersembunyi dalam sebuah kasus.

Sebenarnya, buku ini merupakan kumpulan kisah dan bukan novel utuh. Saya membuatnya dengan maksud memperkenalkan karakter Andy Syahrul, yang lebih mudah tergambarkan bila disajikan dalam beberapa kasus terpisah. Total ada lima kasus dalam buku ini, yakni Nyanyian Sandi, Jejak di Belakang Gudang, Bara Dendam Sang Pengagum, Di Mana Kau, Renata? , serta Cap Bibir di Surat Kaleng.

Nyanyian Sandi berkisah tentang seorang gadis yang koma karena usaha bunuh diri. Dalam kisah ini, saya juga memperkenalkan sosok Indra Sakti, yakni sahabat Andy sejak remaja. Indra bertugas sebagai penyelidik rekrutan kepolisian. Tokoh inilah yang membuat Andy bisa menjalin hubungan dengan aparat resmi dan ikut membantu mereka dalam beberapa kasus tertentu. Bersama Indra, Andy menyelidiki kasus ini dan menemukan fakta bahwa sang gadis sebenarnya adalah korban usaha pembunuhan.

Jejak di Belakang Gudang adalah kisah kedua. Di sini Andy tidak bersama Indra. Ia bertualang di desa tempat teman lamanya tinggal. Sang teman memintanya untuk mengungkap misteri pencurian padi di desa itu. Andy yang tergambarkan sebagai pria menawan, memulai petualangannya yang lain dengan para wanita yang menyukai atau disukainya.

Bara Dendam Sang Pengagum mengisahkan penculikan seorang vokalis band terkenal. Petunjuk yang ada tidak cukup memadai. Namun ketelitian membaca setiap bukti – syarat mutlak untuk seorang penyelidik, sangat ampuh untuk memecahkan kasus dalam kondisi tak terduga.

Di Mana Kau, Renata? Seorang teman berdarah Eropa meminta bantuan untuk menemukan adik perempuannya yang pergi tanpa pamit. Sang adik mengirimkan beberapa paket dari kota-kota yang ia singgahi, tanpa keterangan apapun. Andy yang menemukan kejanggalan dalam pembungkus paket, berhasil mengetahui keberadaan sang gadis yang bernama Renata itu.

Cap Bibir di Surat Kaleng mempertemukan kembali Andy dan Indra. Bersama-sama mereka memecahkan misteri surat kaleng yang meneror seorang artis ternama. Dalam kisah ini muncul sosok Susan Amelia. Susan adalah adik sepupu Andy yang tinggal di lain kota. Susan tak hanya sebagai pemanis, namun ia juga bisa membantu saudaranya dalam mengungkap pelaku penulisan surat kaleng tersebut.

Cerita ataupun novel detektif sudah banyak beredar di khazanah perbukuan Indonesia. Semua menyajikan ciri khas masing-masing. Dengan karakter dan gaya yang terbentuk, sebagai penulis yang tak hanya mampu menulis, diharapkan petualangan seorang Andy Syahrul bisa masuk jajaran yang diperhitungkan sebagai kisah detektif yang layak untuk dinikmati.

*ditulis Mia Mutiara, penulis novel serial detective

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post