Jika Nekat Operasi Warung Prostitusi Bakal Dibongkar Pakai Alat Berat

Comment

SIAGAINDONESIA-Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi untuk menutup tempat prostitusi di wilayahnya mulai awal tahun depan rupanya tidak sekedar gertak sambal. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan deadline sampai tanggal 1 Januari 2017 kepada pemilik warung sesek-esek untuk membongkar sendiri kamar atau tempat-tempat yang sekiranya dijadikan ajang maksiat tersebut. Jika tidak jelas akan dilakukan tindakan represif yakni pembongkaran paksa dengan memakai alat berat.

“Sebelumnya sudah kami berikan sosialisasi bersama Dinas Sosial kepada para pengelola warung-warung yang disinyalir sebagai tempat prostitusi itu untuk membongkar sendiri bangunanya sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Apabila mereka nekat operasi jelas bangunan warung itu akan kami bongkar paksa,” terang Didik Rahmad Purwanto, Selasa (27/12).

Didik pun meminta kepada para pengelola tempat prostitusi yang ada di wilayahnya ini mentaati aturan yang berlaku. Memang diakuinya pada pertengahan pekan kemarin bersama Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sudah memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke dua tempat prostitusi yakni di Alas Malang, Kecamatan Karangjati dan di Desa Dawung masuk Kecamatan Jogorogo.

“Hasilnya memang mereka komitmen untuk membongkar sendiri tempat yang sekiranya dijadikan kegiatan yang tidak wajar itu mendasar surat pernyataan yang mereka tulis sendiri. Apabila realisasinya tidak sesuai dengan yang mereka tulis tentu mereka pun harus menerima konsekuensinya,” jelas Didik.

Dia menambahkan, untuk lokasi prostitusi di Alas Malang, Kecamatan Karangjati, memang ada 15 tempat warung yang identik dengan warung esek-esek sedangkan di lokasi Dawung, Kecamatan Jogorogo terdata ada 3 warung. Sewaktu dilakukan pendekatan persuasive saat itu tandasnya memang dilokasi warung yang dimaksudkan tidak ditemukan satu pun cewek atau gadis yang terindikasi sebagai Pekerja *** Komersial (***).

Hal senada juga disampaikan Sunarto Kepala Dinsosnakertrans Ngawi, pihaknya terus mensuport semua kegiatan menjelang penutupan lokasi prostitusi di dua tempat di wilayahnya itu. Dia tidak menghendaki sampai jatuh tempo penutupan nanti ada pihak pengelola tempat prostitusi yang nekat membuka praktek.

“Kalau usaha warungnya monggo silahkan operasi terus tetapi jangan sampai disalahgunakan dengan menyediakan perempuan seperti sebelumnya. Karena mereka sudah komitmen dan menyanggupi membongkar sendiri tempat itu ya silahkan diobongkar jangan sampai petugas melakukan tindakan represif,” pungkas Sunarto. (pr)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post