Acuan Pada Pasal 74, Advokat Yudi Wibowo Divonis Bebas

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – Hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis bebas terhadap advokat Yudi Wibowo Sukinto juga pernah sebagai kuasa hukum Jessica Kumala Wongso itu. Yudi Wibowo tersandung kasus fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Guru SMP GIKI l Surabaya, Saul Krisdiono.

Surat amar putusan dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai JIhad Arkhaudin, di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa (27/12/2016) menjatuhkan vonis bebas terhadap Yudi Wibowo, dianggap “Aneh”  oleh Jaksa Marshandi, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai laporan korban Saul Krisdiono yang dijadikan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marsandi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu telah kadaluarsa alias memewati tenggang waktu sesuai pasal 74 ayat 1 KUHP.

“Sesuai pasal tersebut, batas waktu laporan terhitung 6 bulan sejak kejadian apabila korban berdomisili di dalam negeri dan 9 bulan apabila korban berada di luar negeri. Sedangkan laporan korban baru dilaporkan sekitar 7 bulan lebih dari kejadian. Menyatakan dakwan jaksa tidak bisa diterima, mengembalikan kedudukan harkat martabat terdakwa seperti semula. Membebankan biaya perkara kepada negara,” ujar hakim Jihad membacakan amar putusannya.

Atas putusan ini, jaksa Marsandi akan melakukan kordinasi dengan pimpinan. “Pasti kita akan melakukan upaya hukum, tapi saya akan kordinasi dulu sama pimpinan”,singkat jaksa Marsandi saat dikonfirmasi sesaat usai sidang.

Ia pun mengatakan bahwa putusan hakim abu-abu dan tidak terdapat unsur ketegasan. “Jika pasal 74 KUHP yang dijadikan acuan pertimbangan hakim, seharusnya hal itu masuk ke ranah materi praperadilan yang sebelumnya ditolak oleh majelis hakim itu sendiri. Seharusnya majelis hakim juga harus bisa memilah-milah, kalau memang dakwaan tidak bisa diterima ya seharusnya saat putusan praperadilan sebelumnya dong, ini sudah masuk pokok materi, harusnya ada dua putusan terbukti bersalah atau tidak terbukti” tambah jaksa Marsandi.

Terdakwa Yudi Wibowo Sukinto mengaku bahwa putusan hakim tersebut merupakan hal yang wajar. “Tanggapan saya atas putusan tersebut biasa-biasa saja. Saya menyadari berprofesi sebagai  advokat bisa saja dilaporkan orang, tapi tadi terbukti laporannya sudah kadaluarsa sesuai aturan KUHP. Nanti saya pikirkan, saya akan gugat perdata minta kerugian. Dilaporkan balik pidana juga bisa, tapi saya pikirkan dulu, saya masih sibuk,” ujar Yudi sesaat usai sidang.

Sebelumnya, terdakwa Yudi Wibowo Sukinto dituntut jaksa 10 bulan penjara pada agenda sidang sebelumnya.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Saul, melalui surat yang dikirim ke berbagai instansi yang isinya mengatakan bahwa Saul adalah preman yang pernah dihukum 2 tahun dan tak layak menjadi tenaga pendidik. “Padahal faktanya tidak benar seperti yang disebarkan terdakwa,” ujar Jaksa Marsandi.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Polisi No STTLP/855/B/V/2014/Jatim/RESTABES SBY tanggal 28 Mei 2014, Yudi dilaporkan oleh guru GIKI Saul Krisdiono karena menuding Saul terlibat kasus pidana dan telah dihukum dua tahun penjara.

Surat tersebut dikirim ke berbagai instansi oleh advokat Yudi. Merasa tidak pernah melakukan seperti yang dituliskan Yudi di suratnya, Saul kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya karena merasa menjadi korban fitnah Yudi sehingga nama baiknya sebagai guru tercemar.

Penyidik Polrestabes Surabaya kemudian menetapkan Yudi sebagai tersangka, namun Yudi tidak diterima dan akhirnya mengajukan gugatan Praperadilan ke PN Surabaya.

Oleh majelis hakim PN, gugatan praperadilan yang diajukan Yudi ditolak, hingga akhirnya laporan tersebut diteruskan hingga digelarnya sidang yang menjadikan Yudi duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa. (Adi)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post