Meski Umroh Tertunda, Emak Saini Tetap Sabar dan Pasrah

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – Masih ingat dengan emak Saini, janda renta yang akan diberangkatkan umroh oleh orang tak dikenal alias misterius? Nelangsa. Keberangkatannya untuk beribadah ke tanah suci terpaksa ditunda. Pihak travel beralasan, jika paspor dan visa milik emak Saini terselip entah ke mana bersama 12 jemaah lainnya. Padahal menurut jadwal travel, nenek berusia 70an ini harusnya sudah berangkat pada hari Senin, tanggal 26 Desember 2016 lalu.

Baca: Misterius! Serba Kekurangan, Mak Saini Mendadak Umroh 

Bayangan emak Saini bisa menginjakan kaki ke tanah suci hingga detik ini pun masih berupa mimpi. Bayangannya bisa menyaksikan ka’bah secara langsung masih sebatas di awang-awang. Kendati begitu, emak Saini tetap menyikapinya dengan tenang. Itu bisa dilihat dari senyumnya yang sesekali terlempar ketika dia berbicara. Tampak dari sumringah raut mukanya yang merekah meski kulit-kulitnya sudah berkeriput.

Emak Saini sama sekali tidak merasa kaget soal kabar penundaan jadwal umrohnya itu. Tak ada curiga. Pun juga tak kecewa. Emak Saini mengaku mengerti dan memahami apa yang jadi kendala seperti yang disampaikan melalui surat di bawah tanda tangan Erdian Purnawindra, orang pihak pada travel penyelenggara umroh dan haji.

Sungguh, sikap yang ditunjukkan emak Saini itu seakan menggambarkan keteguhan, kepasrahan dan keyakinannya yang terpancar begitu kuat terhadap kuasa Tuhan Sang Maha Mengatur Segalanya.

“Emak sudah ikhlas. Nek iki kabeh jalaran Gusti Allah, rezeki ora bakal nengdi-nengdi (kalau misal ini semua karena Tuhan, rezeki tidam bakal ke mana). Gusti Allah sampun ngatur (Tuhan sudah mengaturnya),” tutur nenek yang 30 tahun lebih tinggal di rumah berpartisi triplek-triplek bekas di area paling sudut kampus Universitas Merdeka (Unmer) Surabaya, Jalan Ketintang Madya.

Selain menunggu kepastian hari keberangkatannya yang dijanjikan pada 15 Januari 2017 nanti, tak banyak yang bisa dilakukan emak Saini. Nenek sebatang kara ini hanya bisa bersabar dan lebih bersabar lagi. Emak Saini hanya bisa berdoa dan menghabiskan sisa umur dengan beraktifitas seperti biasanya. Yakni, memasak makanan untuk sebagian mahasiswa kampus yang sudah jadi pelanggannya. joe

Up Next

Related Posts

Discussion about this post