Pekerja Cina Tanpa Dokumen Ditangkap, Menteri Hanif: Wajar Orang Asing Nakal

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Polisi kembali menangkap lima warga negara Republik Rakyat Cina (RRC) yang tidak dilengkapi dokumen resmi di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (5/1/2017).

“Berdasarkan keterangan pihak warga Desa Gempol bahwa ada warga negara asing RRC yang kos di rumah Bapak Nuryadin Blok Masjid,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, Jumat (6/1/2017).

Warga negara asing itu diketahui bernama Zhang Hongmei kelahiran 1964 dan Liu Meihua kelahiran 1962 keduanya perempuan, kemudian Fan Chunyu kelahiran 1962, Sun Shuilai kelahiran 1963 dan Sun Dongjie kelahiran 1981 ketiganya laki-laki. Dua dari WNA Cina tersebut pasangan suami istri

Pengakuan sementara dari warga asing itu, berstatus bekerja di Pabrik Hebel sebelah pojok barat PT. Indocement Palimanan.

Kepolisian bersama tim gabungan dari Kantor Imigrasi, dan TNI mendatangi rumah yang ditempati warga negara Tiongkok tersebut untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan dokumen lebih lanjut.

“Paspor nihil, visa nihil, hanya ada surat keterangan domisili Desa Gempol yang sudah ditanda tangani oleh RT, RW dan Kepala desa Gempol,” katanya.

Petugas gabungan tersebut selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi pabrik dan menemukan dua orang warga Tiongkok sedang berada di lokasi kerja pabrik. “WNA tersebut dibawa oleh tim gabungan ke kantor Imigrasi Cirebon untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon Raden Fajar Widjanarko yang baru menjabat Jumat, (6/1/2017), didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Raja Ulul Azmi Syah Wali mengatakan, kasusnya masih dalam pemeriksaan.

“Penahanannya juga kan baru Kamis petang kemarin, jadi semuanya masih dalam pemeriksaan, termasuk jenis pelanggarannya,” kata Raden Fajar yang akrab disapa Roy, seusai serah terima jabatan dari Eko Budianto di aula Kantor Imigrasi Cirebon.

Namun yang pasti, menurut Roy, diamankannya WNA itu berdasarkan informasi masyarakat yang diterima Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Raja Ulul Azmi Syah Wali, saat Timpora yang merupakan gabungan dari Imigrasi, Polres, Kodim, Polsek dan Koramil mendatangi mereka, para WNA tidak bisa menunjukkan satu pun dokumen kewarganegaraan dan dokumen pendukung lainnya. “Paspor, visa dan dokumen lain baru diserahkan kepada kami tadi pagi (Jumat pagi) sekitar pukul 9.00,” katanya.

Sementara itu di bagian lain, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jabar Sukma Murni Sinulingga mengungkapkan, selama tahun 2016 di seluruh wilayah Jawa Barat, setidaknya tercatat 279 WNA yang dideportasi, karena melanggar UU Keimigrasian. “Sedangkan sisanya yang 42 orang masih dalam proses projustisia,” katanya seusai sertijab Kepala Kantor Imigrasi Cirebon.

Terpisah, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, menilai wajar banyak tenaga kerja asing asal RRC yang menyalahi aturan, mengingat negara memberi kemudahan kepada tenaga kerja asing.

“Kalau misalnya kita kasih kemudahan masuk, pasti ada aja yang nakal. Sekarang yang penting case-case-nya ditangani dengan baik. Sistemnya ya diperbaikilah,” kata Hanif di Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Maraknya pekerja asing ilegal membuat gundah sejumlah aliansi buruh di Tanah Air. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal meminta Menteri Hanif melakukan sidak ke beberapa industri di kawasan Pulo Gabung, Jakarta Timur, karena di sana banyak pekerja RRC yang bekerja dengan hanya mengantongi visa kunjungan. Menurut Iqbal, gaji para pekerja asing ilegal ini juga jauh lebih tinggi dari buruh-buruh pribumi.

Hanif mengatakan, pihaknya telah memiliki skema pengawasan terhadap tenaga kerja asing yang dilakukan secara periodik. Selain itu, dia mengklaim, jajarannya sangat reponsif menindaklanjuti setiap laporan dari masyatakat.

“Bener atau enggak benar itu enggak penting, begitu ada laporan dicek kalau enggak bener ya sudah, kalau benar langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.rim/ans/pik

 

 

 

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post