Beranda Undercover Narkoba Dan Modus Penyamaran Yang Tak Terendus Aparat

Narkoba Dan Modus Penyamaran Yang Tak Terendus Aparat

30

SIAGAINDONESIA.COM Narkoba adalah musuh segala bangsa. Kira-kira itulah yang harus digaungkan rakyat Republik Indonesia sebagai warga Pancasila. Bagaimana tidak, meski narkoba dapat merusak generasi dan masa depan namun peminatnya selalu banyak. Sebagian besar pecinta narkoba adalah kalangan muda. Mulai dari remaja hingga dewasa produktif baik pria dan wanita. Parahnya, para pengguna narkoba ini sudah tahu apa saja bahaya yang ditimbulkan. Sosialisasi dan ancaman hukuman juga sudah banyak dilakukan pemerintah bersama aparat berwenang. Apa daya, narkoba adalah gaya hidup. Terasa keren mungkin bagi para pemakai jika mengkonsumsi narkoba apapun jenisnya. Sisanya, beralasan narkoba adalah penambah stamina aktivitas keseharian. Berjatuhannya korban meninggal dunia pun tak menyurutkan pasar barang haram ini.

Harus ada langkah kreatif oleh para penggiat anti narkoba untuk menekan bahkan memusnahkan benda ajaib ini dari muka bumi. Misalnya dengan memperpadat kegiatan dan fasilitas menyenangkan bagi masyarakat agar perhatian teralihkan dari menariknya rayuan narkoba. Disamping juga pengawasan ketat terhadap peredarannya agar agenda pemberantasan dapat berjalan mulus. Jangan ada lagi linglung soal eksekusi mati jaringan narkoba. Vonis satu kali, langsung eksekusi.

 

Namun, istilah ‘Penjahat Selalu Selangkah Di Depan Aparat’ nampaknya memang nyata. Berbagai modus operandi kerap dilancarkan pengeruk keuntungan dari berjualan narkoba. Bahkan tanpa pandang bulu, anak SD juga jadi pangsa pasar menggiurkan dengan mengemas narkoba sebagai permen yang memancing air liur.

Cara-cara penyembunyian narkoba pun beragam. Untuk mengelabui aparat, para bandar menyamarkan narkoba ke dalam pasta gigi. Biasanya cara ini digunakan untuk narkoba dalam bentuk serbuk atau kristal halus. Narkoba yang sudah dimasukan ke dalam plastik, lalu dimasukan kembali dalam sedotan plastik dan direkatkan kedua ujungnya,baru dimasukan dalam pasta gigi yang masih terisi penuh. Tumpahan pasta giginya kemudian dibersihkan dan ditutup kembali. Dimasukan lagi dalam kardusnya dan dilem ulang.

Kemudian untuk narkoba bentuk pil atau kapsul kecil banyak memanfaatkan sabun colek sebagai pengelabunya. Pil dibungkus rapat dalam plastik berlapis, lalu dimasukan dalam bungkus sabun colek bercampur dengan sabun coleknya. Cerdas.

Dan untuk narkoba bentuk daun kering seperti ganja, mie instan adalah solusi yang dianggap tepat. Dengan keterampilan tangan yang mumpuni, cara ini akan mudah. Mie instan dikeluarkan dari plastiknya secara rapih, lalu mie akan dibelah menjadi dua bagian tipis. Paketan ganja ditaruh tengah lalu mie disatukan lagi dengan isolatip. Masukan lagi dalam kemasan, pres rekat ulang. Selesai.

Sayangnya, cara-cara ini tidak diketahui aparat. Maka jalan kreatif tersebut banyak dipilih untuk memasukan narkoba ke dalam penjara.

 

Diharapkan aparat lebih peka terhadap modus penyelendupan naroba yang makin beragam agar tak ada cara bagi pengedar untuk menguasai pasar. Dengan begitu, mata pencaharian mereka akan mati dan tak ada lagi narkoba.

 

“Ingat! Kau coba ketagihan, kau pakai kematian!” rian