Gus Ipul dan Khofifah Berebut Rekom Ketua Umum

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Manuver politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar melobi Presiden Joko Widodo agar tidak mengizinkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018 menuai respon berbagai kalangan. Apakah manuver ini dianggap sebagai bagian politik cerdas atau sebuah blunder?

Pakar politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Ahmad Hasan Ubaid, S.IP, M.IP menilai, masyarakat saat ini jangan dibodohi dengan politik-politik yang cara berpikirnya kurang mengedepankan kedewasaan berpolitik. Menurutnya, maju tidaknya Khofifah di bursa Pilgub Jatim 2018 adalah hak politik Khofifah itu sendiri.

“Semakin banyak figur yang nantinya maju di pertarungan Pilgub Jatim 2018 semakin baik. Sehingga masyarakat mempunyai banyak pilihan, siapa pemimpin yang benar-benar berkualitas, mumpuni dan ekspetasinya sesuai dengan masyarakat. Bukan calon tunggal yang selama ini indikasinya kuat dan mengarah kepada seorang Gus Ipul,” jelasnya, Rabu (12/7/2017).

Jika ngomong soal peluang terkait dengan siapa yang bakal sukses menuju Grahadi 1, Hasan mengungkapkan, kans Khofifah sangat terbuka lebar untuk bisa menang. Meski saat ini Khofifah sendiri masih belum mendeklarasikan untuk memutuskan maju di Pilgub Jatim, namun elektabilitasnya lebih unggul ketimbang Gus Ipul yang sudah lebih dulu mencuri start.

“Meski ada indikasi untuk menjegal langkah Khofifah untuk ketiga kalinya, namun, berdasarkan survei ketokohan Khofifah masih kuat di Jawa Timur. Ini berdasarkan beberapa lembaga survei yang masih menempatkan Mensos satu ini di urutan paling atas ketimbang Gus Ipul maupun Tri Rismaharini,” tambahnya.

Di samping itu, ada desakan dari masyarakat untuk menginginkan Khofifah menjadi penerus tongkat estafet dari Gubernur Soekarwo yang jelas tidak akan maju lagi, seiring dengan dua periode memimpin Jawa Timur. Bahkan manuver yang dilakukan oleh Muhaimin Iskandar untuk melemahkan Khofifah dengan meminta secara langsung kepada Presiden Jokowi agar tak memberi ijin maju Pilgub, tidak lantas membuat elektabilitasnya semakin pudar.

“Manuver politik Cak Imin dengan meminta kepada Jokowi tidak lantas menggugurkan Khofifah akan maju sebagai calon gubernur Jatim, bahkan sebaliknya, dukungan terus mengalir dari masyarakat. Untuk diketahui bahwa Khofifah mempunyai pendukung yang tetap, dua kali Pilgub Jatim sebelumnya KarSa jilid 1 dan 2 suaranya masih utuh sampai saat ini,” pungkasnya.

Sementara pengamat politik Rektor Uiniversitas PGRI Banyuwangi, Drs H.Teguh Sumarno MM, menegaskan bahwa manuver dari Cak Imin sudah dianggap sebagai sikap kurang dewasa dalam berpolitik. Menurutnya, maju tidaknya Khofifah adalah hak setiap warga negara yang sudah dilindungi oleh undang-undang. Sehingga Cak Imin tak bisa melakukan intervensi politiknya untuk menjegal Khofifah maju di bursa Pilgub Jatim.

“Meskipun PKB adalah partai besar dan berbasis NU, namun tidak seyogyanya untuk melakukan intervensi kepada Khofifah dengan mengadu ke Presiden Jokowi. Manuver Cak Imin juga sebagai bentuk tidak menghormati asas demokrasi, dan hak politik Khofifah seperti didzolimi. Dan juga sikap politik Cak Imin yang kurang dewasa, bentuk ketakutan kepada sosok Khofifah yang dinilai bakal menjadi kerikil tajam untuk melenggangkan Gus Ipul menuju Grahadi 1,” sebutnya.

Ketua Harian DPP Partai Priboemi, Bambang Smit mengatakan sebaliknya, “Bisa saja pernyataan Pak Muhaimin yang menyebut telah melobi presiden agar Khofifah tidak maju Pilkada Jatim itu bukan keceplosan, tetapi sebuah kesengajaan,” kata Bambang saat dihubungi Lensa Indonesia di Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Mantan aktivis buruh Jatim ini menyatakan, sekaliber Muhaimin Iskandar tentu tahu hal-hal yang perlu dikemukakan ke kalayak dan tidak. Sehingga, apa yang telah di ucapkan Muhaimin di Ciganjur itu sebagai bagian dari strategi politik.

“Melobi presiden untuk tujuan politik semacam itu bagaikan ‘operasi rahasia’. Lha kok diumbar ke publik. Saya menduga pernyataan Muhaimin itu dilakukan dengan sadar,” ujarnya.

Menurutnya, jika Muhaimin menyatakan (melobi presiden) itu secara sadar, maka tujuan politik Muhaimin bukanlah menghadang Khofifah melainkan untuk memuluskan langkah Saifulah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim. Tetapi, kata Bambang, justru Muhaimin-lah yang membukakan jalan bagi Khofifah untuk berkontestasi.

“Saya tanya pada Anda, jika situasinya dibuat seperti ini, siapa yang sebenarnya telah ‘dihadang’, Khofifah atau Gus Ipul? Anda simpulkan sendiri,” pungkas Bambang.

Muhaimin Iskandar berharap agar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tidak maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2018.

Muhaimin menyebutkan, dua pekan lalu ia sudah ‘melobi’ Presiden Joko Widodo agar tidak memberi izin Khofifah terjun ke Pilkada Jawa Timur.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden bahwa ini satu-satunya provinsi yang NU-nya sangat kuat hanya Jawa Timur. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah diizinkanlah, jadi menteri saja,” kata Muhaimin dalam halalbihalal di kediamannya, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (08/07/2017) lalu.

Pria yang disampa Cak Imin itu mengklaim, bahwa Jokowi setuju karena menilai bahwa Khofifah lebih baik konsentrasi di kementeriannya. “Ya, bagus juga sih, orang dia saatnya konsentrasi di menteri,” kata Muhaimin menirukan ucapan Jokowi.

Menurut Cak Imin, Khofifah sudah tiga kali mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Jatim, tetapi selalu gagal.

Karena itu, ia berharap ada kader lain dari PKB dengan latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) untuk maju sebagai calon gubernur.

Di Pilkada Jatim 2018, PKB sudah menetapkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai bakal calon gubernur.

PKB hendak berkoalisi dengan parpol lain, seperti PDI Perjuangan dan Hanura, untuk mengisi posisi Wakil Gubernur. “Kita serahkan ke partai-partai kalau yang mau isi ke posisi wakil gubernur,” ujar Muhaimin.

Sementara itu usulan nama Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon Gubernur Jatim pada Pilkada Jawa Timur tahun 2018, sebagaimana yang dikirimkan oleh DPD PDIP Jatim belum bisa dipastikan akan disetujui. Hal ini masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Meskipun demikian, Gus Ipul menjadi satu-satunya nama yang mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur dalam penjaringan bakal calon kepala daerah yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Jatim beberapa waktu lalu. Karena itu Gus Ipul dan pendukungnya jangan besar kepala dulu, sebab Ketua Umum bisa saja memilih calon lain, semisal Khofifah.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristianto, saat menghadiri acara konsolidasi yang dilaksanakan oleh DPC PDIP Lamongan mengatakan, untuk menetapkan siapa calon Gubenur dan juga siapa wakil Gubenur, merupakan wewenang dari ketua umum.

“Tugas partai hanya memetakan politik, sebagai dasar pertimbangan serta usulan ke Ibu Megawati. Ini yang dikatakan Demokrasi ala PDI Perjuangan,” ujarnya, Sabtu (15/7/2017).

Semua calon yang mendaftar dalam penjaringan, ujar Hasto, akan diundang untuk menetapkan siapa calon pasangannya. Bagi PDIP, tambahnya, calon gubenur dan wakil gubenur harus bisa bekerjasama, sehingga pembahasan tersebut harus dilakukan lebih awal.

“Karena keduanya merupakan satu paduan dalam kepemimpinan. Kami tidak bicara calon Gubenur saja, akan tetapi kami juga membahas calon wakil gubenur,” tandas Sekjen DPP PDIP ini.

Hasto menambahkan, agar bisa mengusung pasangan calon Gubernur -Wakil Gubernur dalam Pilkada Jatim tahun 2018, memerlukan syarat koaliasi dengan Partai lain. Saat ini, PDI Perjuangan Jatim memiliki 19 kursi, sedangkan syarat agar bisa mengusung calon Gubenur adalah minimal 20 kursi.

Dikatakan, selain menjalin hubungan dengan parpol lain, PDIP dalam menyongsong Pilkada Jatim juga melakukan komunikasi dan membuka kerjasama dengan keluarga besar Nahdliyin.

“Kusnadi selaku ketua DPD PDIP melakukan komunikasi yang intens ke parpol lain seperti PKB dan Hanura,” beber Hasto.

“Masukan dari Keluarga besar Nahdliyin ditempatkan pada posisi yang cukup penting, dalam proses pencermatan atas nama-nama calon kepala daerah yang akan maju dari PDIP,” demikian Hasto.lic/yay/cat

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post