Jual Beli Stan Bantul Ekspo 2017 Naik Hingga 200 Persen

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Pelaksanaan Bantul Ekspo 2017 yang dibuka pada hari Jumat 28 Juli 2017 dan akan ditutup pada tanggal 6 Agustus 2017 yang akan datang kembali bermasalah dengan adanya penjualan stan hingga 600 persen dari harga normal.

Diduga melonjaknya harga stan tersebut akibat ulah pihak ke tiga sebagai pengelola stan Bantul Ekspo dan pedagang yang menjual kembali stan yang dipesannya kepada pedagang lainnya dengan harga dua hingga tiga kali lipat dari harga resmi yang dipatok oleh Dinas Perdagangan sebagai penanggungjawab kegiatan Bantul Eskpo 2017.

Indra salah satu staff yang menunggu stan milik salah satu BUMD Bantul tak membantah jika ada jual beli stan yang tak wajar dan mencari keuntungan besar.

“Stan di samping stan yang saya tunggu harga sewanya Rp 2,5 juta padahal harga resmi hanya sekitar Rp 1.250.000,” katanya Rabu 2 Agustus 2017.

Indra mengaku stan yang disewa dengab harga Rp 2,5 juta tersebut disewa oleh pedagang elektronik dari Bogor Jawa Barat yang memang kesulitan untuk sewa stan karena informasinya sudah terjual atau sudah dibooking pedagang lainnya.

“Ternyata dari pihak ke tiga stan sudah dijual kepada pedagang lain dengan harga yang juga sudah mahal. Pedagang tersebut karena punya stan lebih dari satu akhirnya dijual lagi kepedagang lain dengan harga jauh berlipat,” ujarnya.

Salah satu anggota DPRD Bantul yang enggan disebutkan namanya ketika berbincang dengan pedagang makanan dan minuman disekitar wahana permainan anak juga terkejut karena harga sewa tenda yang ukurannya kecil harus bayar sewa Rp 600 ribu padahal harga resminya cuma sekitar Rp 200 an ribu.

“Harga sewa melonjak hingga 300 persen. Ini sudah tidak wajar. Mosok pedagang bakso saja harus sewa Rp 600 ribu untuk 10 hari pelaksanaan Bantul Ekspo,” katanya.

Jumakir anggota Komisi B DPRD Bantul mengaku sudah wanti-wanti agar jual beli stan yang bermasalah pada Bantul Ekspo 2016 tidak terulang lagi namun dalam kenyataannya kembali terulang meski pelaksana Bantul Ekspo sudah beralih ke tangan Dinas Perdagangan dari Kantor Humas Pemkab Bantul.

“Saya kira dinas sudah menentukan harga sewa setiap stan ke pihak ke tiga namun dari pihak ketiga pasti cari untung saat menjual kepada pedagang. Parahnya pedagang yang sewa stan dijual lagi ke pedagang lain dengan harga yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Dilihat dari urutan permasalahan harga yang tinggi tersebut tidak lepas dari pihak ketiga ke pedagang yang menyewa stan dan dijual lagi ke pedagang lainnya dengan harga tinggi.

“Lubang-lubang untuk mencari keuntungan pribadi ini yang seharusnya bisa diantisipasi Dinas Perdagangan namun tetap saja mengalami kesulitan karena sudah diluar kewenangan Dinas yang menyerahkan mekanisme sewa stan pada pihak ketiga,” terangnya.

Bimo salah satu staf Dinas Perdagangan membantah jika terlibat permainan sewa menyewa stan karena mekanismenya sudah dipihak ketigakan.

“Waktu persiapan Bantul Ekspo sangat mepet sehingga pihak Dinas bekerjasama dengan pihak ketiga untuk sewa menyewa tenda dengan harga yang telah ditentukan dinas,” ucapnya.(dar)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post