PLN Segera Bangun Tower 376 Meter, Pemasok Listrik ke Bali

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I, dalam waktu dekat segera pembangunan menara “Java Bali Crossing” atau sambungan listrik berkapasitas 500 Kilo Valt (KV), untuk jalur pemenuhan pasokan listrik dari Pulau Jawa ke Pulau Bali, dan dijadwalkan akan segera beroperasi pada 2019.

Manajer Unit Proyek Jaringan II JBTB I, Indrayoga Suharto, mengatakan proses perencanaan pembangunan untuk mewujudkan itu sudah final. Termasuk perizinan yang menjadi syarat juga sudah memasuki tahap akhir.

“Kedua menara akan segera dibangun, di sisi Banyuwangi ada di Desa Wongsorejo dan yang di Bali di Desa Sumber Klampok. Ini juga untuk mendukung Bali Green and Clean,” kata Indrayoga, Sabtu (23/9/2017).

Dua menara yang akan dibangun setinggi 376 meter tersebut akan menopang dan menghubungkan kabel tegangan tinggi yang membentang dari Jawa ke Bali, dan akan menjadi menara tertinggi di dunia.

“Menara tegangan tinggi ini, nantinya juga bisa menjadi ikon wisata baru di dua wilayah di Banyuwangi dan Bali, karena tingginya di atas Menara Eiffel di Paris, Prancis,” tambahnya.

Detail yang telah disiapkan ketinggian menara di atas rata-rata ketinggian kapal yang melintas dan aman, tidak menggangu jalur kapal yang melintas di wilayah laut tersebut.

Indrayoga menyebut beberapa perizinan yang sudah keluar terkait proses pembangunan menara antara lain dari Kementerian Kehutanan untuk permohonan izin pinjam pakai dan izin kolaborasi untuk pembangunan SUTET 500 KV Jawa Bali Crossing S 24/Menhut-IV/2012, 16 Januari 2012.

Kemudian, izin Kementerian Lingkungan Hidup terkait lingkungan kegiatan pembangunan kabel SUTET 500 KV Paiton-Antosari dan SUTT 150 KV Antosari-Kapal di Provinsi Jawa Timur dan Prov Bali Oleh PT PLN (Persero) UIP JJB No : 121 11 April 2013.

Selanjutkan, izin Kemenhub dan Dirjen Perhubungan Laut terkait pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Jawa Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV (Jawa Bali Crossing) melintasi perairan Selat Bali BX-28/KL 303 27 Januari 2017.

Izin Kemenhub, Ditjen Perhubungan Laut, Adpel Tanjung Wangi Rekomendasi Tehnis Pembangunan Transmisi (SUTET) 500 KV Jawa Bali Crossing GM.770/01/02/AD.TG.WI-11 21 Februari 2011.

Izin Pemkab Banyuwangi Dishubkominfo Rekomendasi KKOP Tower SUTET 500 kV Jawa Bali Crossing 551/2274/429.107/2011 26 Agustus 2011.

“Ditambah beberapa izin lainnya, seperti dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo terkait Penetapan Lokasi Pembangunan SUTET 500 kV Paiton-Watudodol Wilayah Kabupaten Banyuwangi PropinsiJawa Timur 188/284/KPTS/013/2017 22, Mei 2017,” terangnya.

Dengan tersambung dua menara akan menambah pasokan daya listrik sekitar 2.800 MW, mendukung visi misi bersih dan hijau untuk Pulau Bali serta mengurai bauran energi batu bara.

Kemudian, Indrayoga mengakui terkait rencana tersebut masih ada sejumlah kendala, salah satunya penolakan dan keberatan Pemerintah Daerah Buleleng. Diantaranya masalah alam dan keberadaan sebuah tempat ibadah, juga penolakan dari sejumlah pemangku kebijakan.

Pihaknya menambahkan, itu sesuatu yang wajar, dan dirasa masih adanya kendala komunikasi.

“Setiap program kami anggap wajar jika ada masalah, namun hal itu akan kami komunikasikan kembali dengan pemerintah daerah setempat, agar target 2019 terpasang dan tersambung bisa tercapai,” tegasnya.Tji

Up Next

Related Posts

Discussion about this post