Atap Candi Pawon Bocor

Perbaikan atap agar air hujan tidak masuk ke bilik candi

Comment

SIAGA INDONESIA.COM – Untuk mengatasi agar rembesan air hujan tidak masuk ke bilik Candi Pawon, Balai Konservasi Borobudur melaksanakan penanganan kebocoran atap candi ini. Penanganan kebocoran atap Candi Pawon ini dilakukan dengan pengecekan nat-nat (celah-celah) batu bagian atap candi untuk mengetahui letak kebocoran dan menambalnya dengan menggunakan mortar dan lapisan kedap air. “Faktor cuaca yang sering berubah-ubah memicu berbagai permasalahan yang berpotensi menyebabkan kerusakan dan pelapukan batu-batu candi. Air hujan yang masuk pada celah (nat) batu candi ini dapat menyebabkan permukaan dinding dan bilik Candi Pawon menjadi lembab dan memicu tumbuhnya mikroorganisme,” jelas Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur, Iskandar M. Siregar, S.Si. Kebocoran di atap Candi Pawon perlu dilakukan penanganan  agar potensi kerusakan bisa diperkecil.

Kegiatan penanganan kebocoran atap Candi Pawon menggunakan metode dan teknik yang berbeda dengan penanganan kebocoran di Candi Borobudur. Karena Candi Pawon merupakan candi yang beratap dan memiliki bilik candi. Dalam menangani kebocoran tersebut, bagian atap candi yang nat-nat (celah) batu-batunya mengalami banyak retakan dan pelapukan dibersihkan terlebih dahulu dengan pahat. Kemudian nat (celah) bagian atap tersebut dilapisi kembali dengan mortar sebagai bahan kedap air.

Penanganan kebocoran atap Candi Pawon ini dikerjakan dari bulan Juli yang lalu dan selesai bulan Nopember 2017. Para tenaga kerja pekerjaan ini berasal dari warga masyarakat setempat didampingi tenaga ahli dari Balai Konservasi Borobudur yang telah berpengalaman dalam pekerjaan pemugaran Candi Borobudur.

Meski di candi ini sedang ada perbaikan bagian atapnya, tidak menghambat dan mengurangi minat serta perhatian wisatawan untuk berkunjung, terutama wisatawan dari mancanegara. Karena bagi wisatawan, rasanya kurang lengkap bila berkunjung ke Candi Borobudur tidak singgah berkunjung ke Candi Pawon dan Candi Mendut. Kunjungan wisatawan tersebut tidak mengganggu pekerjaan perbaikan bagian atap candi. Dan agar pemandangan pengunjung yang datang ke candi ini tidak ‘terganggu’ dengan pekerjaan ini, di bagian depan candi ditutup dengan layar besar dari bagian bawah sampai ke bagian atap candi. Layar besar tersebut  bergambar bagian candi yang sedang diperbaiki. Sehingga dari kejauhan, candi tersebut tampak ‘utuh’ karena tertutup layar bergambar bagian candi.

Di papan informasi disebutkan, candi ini diperkirakan dibangun pada pertengahan abad VIII Masehi, hampir bersamaan dengan pembangunan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Menurut perkiraan de Casparis, nama ‘Pawon’ bermakna “pa-awu-an” yang artinya tempat menyimpan abu. Di bilik candi diperkirakan semula ada arca Boddhisattva sebagai bentuk kehormatan untuk Raja Indra. Menurut Prasasti Karangtengah tahun 824 Masehi, arca tersebut mengeluarkan ‘vajra’ (sinar). Kemungkinan arca tersebut dibuat dari logam perunggu.

Poerbatjaraka berpendapat, Candi Pawon merupakan ‘upa angga’ (bagian dari) Candi Borobudur, karena ada kemiripan motif pahatan relief dan ornamen bangunannya. Candi Pawon berjarak 1.150 meter dari Candi Mendut dan 1.750 meter dari Candi Borobudur. Candi ini dipugar pada tahun 1903, meski kala itu pemugarannya dengan cara dan teknik yang kurang sempurna. Candi Pawon merupakan bagian dari Candi Borobudur dan tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia nomor 592. Candi ini juga dilindungi dari Bahaya Perang sesuai dengan ‘Conflict Convention 1954’ dan dilindungi oleh Undang Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sehingga setiap orang yang dengan sengaja merusak Cagar Budaya dipidana penjara minimal satu tahun dan paling lama 15 tahun. Dan atau denda minimal Rp. 500.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

Candi Pawon berada di dusun Brajanalan desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Nama Brajanalan berasal dari ‘Vajranala’, kilatan cahaya api,  yang dalam mitologi India merupakan senjata Dewa Indra. Nama ‘Brajanalan’ ini sebagai penghormatan untuk tempat pemakaman Raja Indra, yang menurut perkiraan de Casparis makam raja tersebut  berada di candi ini.*** (ask)

 

 

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post