Ada apa Azrul Ananda Hadiri Deklarasi Damai PSHT dan Bonek?

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – Dua pekan setelah Pasca-bentrokan antara bonek dengan anggota Perguruan Silat Hati Terate (PSHT) yang berujung tewasnya dua pesilat pada 30 September 2017 di halaman Polrestabes Surabaya di gelar Deklarasi Damai antara PSHT dan Bonek suporter Persebaya, Kamis, (12/10/2017)

Pantauan SICOM, di sekitar halaman Polrestabes Surabaya ada satu papan backdroup berukuran besar dengan logo Kotamadya Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Korem Bhaskjara Jaya serta logo PSHT dan Bonek juga tulisan Deklarasi Damai antara PSHT dengan Bonek The Real Victories Are those Of Peace, Not of War, Lets Start From Surabaya (Kemenangan yang Nyata adalah Perdamaian, Bukan Perselisihan, Mari Kita Mulai dari Surabaya.

Hadir dalam deklarasi tersebut Walikota Tri Rismaharini dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya bersanding dengan Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal serta Presiden Club Persebaya Azrul Ananda juga Komandan Korem Bhaskara Jaya 084 Kolonel M. Zulkifli.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol. MIQBAL mengatakan dalam sambutannya kedua yang terlibat antara PSHT dan Bonek kedepan sama sama bisa jaga kondusifitas dan kemanan di Kota Surabaya.

“Terima kasih kepada kehadiran Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini serta rekan rekan Bonek karena hingga saat ini Surabaya tetap kondusif.

Kami juga berterima kasih kepada PSHT. Kami juga tetap memproses secara hukum Mari kita hormati karena hukum bukan untuk menodai tetapi untuk melakukan perdamaian,” kata Kombespol M. Iqbal Kapolrestabes saat memberikan sambutan di Halaman PolrestabesSurabaya,Kamis(12/10/2017)

Sementara senada dengan Kapolrestabes, Walikota Tri Rismaharini berpesan kepada Bonek serta PSHT tidak saling memelihara dendam dan agar belajar terhadap pejuang terdahulu.

“Sejatinya yang ingin saya pesan adalah Kalo lkita melihat sejarah, banyak pejuang kita berkorban melawan penjajah. Namun kita harus tetap memeliharanya dengan persaudaraan. Harapan kami Tidak ada lagi pertikaian, permusuhan, kita harus percaya itu dengan deklarasi ini,” tutur walikota perempuan pertama Surabaya itu.

Setelah memberi sambutan satu dari perwakilan Bonek yakni Andi Peci dan satu perwakilan Peguruan Silat Terate Hati (PSHT) Sadam membacakan sejumlah lima point untuk menjaga Kamtibnas di Surabaya. Berikut isi dari deklarasi antara Bonek dan PSHT.

1. Menghilangkan rasa permusuhan dan kebencian, Baik berupa perkataan maupun perilaku secara langsung baik dan atau menggunakan media komunikasi sosial.

2. Menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara hukum yang terjadi kepada pihak kepolisian sesuai hukum yang berlaku dan tidak sekali-kali mengambil langkah di luar prosedur hukum.

3. Saling menghormati dan menjaga ketertiban aktivitas masing-masing pihak

4. Menghimbau seluruh anggotanya untuk tidak terprovokasi dengan sumber atau pihak yang provokatif.

5.Menjaga Nama Baik dan nama besar perguruan pencak silat PSH Terate dan Bonek Kota Surabaya. Serta kota kota lain di Negara Republik Indonesia dengan tidak mengaitkan perilaku melawan hukum yang dilakukan oleh oknum Anggotanya.

Demikianlah deklarasi ini dibuat dan disepakati diikrarkan secara bersama sama yang selanjutnya akan dijadikan komitmen bersama sama. Bilaman dikemudian hari ditemui ada perbuatan yang menyimpan komitmen bersama ini baik dilakukan oleh ssalah satu pihak maupun keduanya pihak Kepolisian selaku penegak hukum akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Usai di baca ikrar tersebut Walikota Risma dan Kapolrestabes M. Iqbal menandatangani kesepakatan tersebut di sebuah pigora.

Selanjutnya dilanjutkan dengan anggota Bonek dan Perguruan Silat Setia Hati Terate Surabaya membubuhkan tanda tangan di backdroup.

Lalu, Walikota Surabaya juga berkesempatan melepaskan burung merpati di ikuti dengan Ketua Perguruan Silat Terate Hati dan juga Danrem Bhaskara Jaya 084 bersama Kapolrestabes Surabaya. (Dhimas)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post