Tip Bagi Orang Tua Agar Putra Putrinya Sehat Giginya

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Menjaga gigi dan mulut sebaiknya dilakukan sejak usia dini sehingga peran orang tua sangat penting. Apalagi saat ini kasus gigi berlubang pada anak cukup tinggi akibat konsumsi makan atau cemilan yang rasanya manis sebagai dampak derasnya iklan cemilan di televisi dan media lainnya.

Dr. dgr. Harsini, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik, SRGM Prof. Soedomo, UGM mengatakan konsumsi cemilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4 persen setiap tahunnya dengan cemilan yang manis dan lengket seperti cokelat, pastri dan permen yang paling digemari anak-anak.

“Mengkonsumsi cemilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut hingga dibawah pH 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga satu jam setelahnya. Bila itu terjadi terus menerus menyebabkan hilangnya mineral-mineral gigi dan mengakibatkan gigi berlubang,” katanya di sela-sela acara program Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017 di RSGM Prof Soedomo UGM, Kamis 12 Oktober 2017.

Agar terhindar gigi berlubang khususnya kepada anak seharusnya orang tua memberikan asupan cemilan dengan makanan berstruktur seimbang yang berserat berkadar air serta kalium tinggi seperti produk susu dan turunnya agar kesehatan gigi maksimal.

“Sayangnya ragam cemilan saat ini tekturnya lembut sehingga tidak perlu dikunyah lama. Padahal mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman didalamnya,” ujarnya.

Sementara drg. Ratu Mirah Afifah selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia mengatakan terkadang orang tua kesulitan untuk melarang putra dan putrinya untuk tidak ngemil makanan yang manis dan lengket karena enggan anaknya rewel.

“Nah kalau sudah seperti itu orang tua bisa memberikan solusi agar anaknya terbebas dari gigi berlubang yaitu usai makan yang manis dan lengket sebaiknya dinetralisir dengan air putih,” ungkapnya.

Yang tak kalah pentingnya pendidikan yang diterapakan pada anaknya adalah gosok gigi usai makan pagi dan malam sebelum tidur.

“Jadi terkadang kita salah. Saat mandi dan gosok gigi kemudian makan namun tidak gosok gigi lagi. Itu yang saat ini marak terjadi. Waktu dan cara gosok gigi yang tidak benar ini membuat banyak kasus gigi berlubang pada anak-anak,” ucapnya.

Dr.drg. Ahmad Syaifi mengaku cukup miris dengan data riset kesehatan dasar pada tahun 2013 yang lalu menemukan 91,1 persen penduduk DIY sudah gosok gigi sehari dua kali. Namun ironisnya ada 23,5 persen penduduk DIY yang giginya berlubang.

“Jadi kalau penduduk DIY suruh buka mulut maka sulit menemukan gigi yang utuh. Pasti giginya berlubang,” ujarnya (dar)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post