Perbasasi Jatim Kritisi Kepengurusan Kota Surabaya

"Pahlawan Cup sudah berlangsung, apalagi sumber dana dari Dispora Surabaya, ini nggak benar secara organisasi,"

Comment

SIAGAINDONESIA.COM : Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jawa Timur (Jatim), akhirnya turun tangan dalam permasalahan Pengurus Kota (Pengkot). Karena, hingga saat ini, kepengurusan yang memegang kendali di Surabaya belum dilantik.

Kritikan ini diberikan langsung oleh anggota Pengprov Perbasasi Jatim kepada pengurus Surabaya.

Setidaknya, sebelum menyelenggarakan kegiatan seharusnya secara organisasi dibenahi terlebih dahulu sesuai tata tertib organisasi. Hal itu dikatakan, Sujudoko Putro Dhewo, selaku ketua I bidang organisasi dan umum Perbasasi Jatim.

Menurutnya, Perbasasi Surabaya secara organisasi belum sah, lantaran belum ada SK dari Perbasasi Jatim untuk menjalankan roda kegiatan internal dan ekternal.

“Jangan arogan. Setidaknya kita musyawarahkan terlebih dahulu sesuai aturan tata tertib dan AD/ART organisasi, bahkan ada rekomendasi dari KONI Surabaya,” ujar Sujudoko.

Sebab, lanjut dia, kejuaraan yang sudah terlaksana Pahlawan Cup 2017, diselenggarakan pada 9 – 15 November ‘tidak sah’ lantaran secara organisasi Perbasasi Surabaya belum ada legal formal.

“Perbasasi Surabaya belum sah karena belum ada legal formal dari Jatim. Kami minta Surabaya segera kompromi dengan Jatim, jangan sampai terjadi preseden buruk,” tegas Sujudoko.

Alasan tersebut sesuai tata tertib dan AD/ART, bahwa organisasi cabang olahraga (cabor) kota/kab harus mendapatkan pengesahan dari Pengprov Perbasasi Jatim sebelum melaksanakan kejuaraan apapun.

“Pahlawan Cup sudah berlangsung, apalagi sumber dana dari Dispora Surabaya, ini nggak benar secara organisasi,” kriktik Sujudoko.

Perlu diketahui, semua dana yang dikeluarkan dari Dispora Surabaya untuk kepentingan olahraga, seharusnya disalurkan melalui KONI Kota Surabaya, bukan dari Dispora Kota Surabaya langsung ke Pengkot yang bersangkutan.

“Sebagai pelaku olahraga seharusnya tau, urutan dan peraturan seperti itu. Menurut saya ini sudah tidak benar,” pungkasnya. (Adikoro)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post