JPU Tuntut Budak Sabu Antar Provinsi 13 Tahun, LBH Lacak Ajukan Pledoi

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menjatuhkan tuntutan kepada Armia bin Moch Ali (55), terdakwa narkotika selama 13 tahun penjara.

Pria asal Aceh yang merupakan jaringan peredaran narkotika antar Provinsi ini disidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa siang (14/11/2017).

“Menuntut terdakwa Armia dengan hukuman 13 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa Welly saat membacakan berkas tuntutannya terdakwa Armia, di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Tuntutan tersebut disesuaikan dengan perbuatan terdakwa yang tanpa izin menyimpan memiliki dan menjual narkotika jenis sabu-sabu seberat 550 gram.

Atas tuntutan tersebut, tim kuasa hukum Sandhy Krisna, dan Galih Dewangga dari LBH Lacak yang mendampingi terdakwa merasa keberatan atas tuntutan yang dijatuhkan oleh jaksa.

“Kami keberatan pak hakim atas tuntutan jaksa, kami mohon waktu sepekan untuk melakukan upayah pembelaan (pledoi),” ucap tim kuasa hukum terdakwa yang kemudian disàmbut oleh jaksa, saya tetap pada tuntutan yang mulya.

Selanjutnya majelis hakim mengabulkan permohonan tim kuasa hukum terdakwa, dengan memberikan kesempatan waktu selama sepekan untuk mengajukan pembelaan yang dilanjutkan dengan ketukan palu pertanda sidang telah berakhir.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya, menangkap Armia (22) asal Desa Kambuek Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Aceh, dan Amir Abidin (55) (berkas terpisah, dan dituntut 8 tahun penjara), asal Bojonegoro.

Keduanya ditangkap lantaran masuk dalam jaringan pengedar antar Provinsi dan melakukan transaksi narkoba jenis sabu seberat 550 gram.

Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Tersangka Armia disergap petugas saat berada di Jalan Kedungdoro, Surabaya. Saat digeledah tersangka Armia ternyata membawa 550 gram sabu.

Dari penangkapan Armia, polisi akhirnya melakukan pengembangan. Terdakwa Armia dibawa ke Bojonegoro dan akhirnya petugas membekuk terdakwa Amir Abidin. Dan menemukan barang bukti berupa Handphone yang diakui milik Amir yang digunakan untuk sarana kominikasi dengan Armia.

Amir merupakan pengedar di Bojonegoro. Rencananya sabu seberar 550 gram tersebut, akan diedarkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. (Ad)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post