Kenapa Rakyat ‘Dipaksa’ Naik ke Golongan Listrik 5.500 VA?

    30
    0
    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) berencana menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga mulai golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA dinaikkan menjadi 5.500 VA.

    SIAGAINDONESIA.COM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) berencana menyederhanakan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

    Jika sebelumnya penyederhanaan ke pelanggan dilakukan mulai golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Namun tidak lama, Kementerian ESDM dan PLN malah akan menaikan golongan tersebut ke 5.500 VA.

    Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

    Diubahnya rancangan tersebut melihat dari penetapan tarif yang sama dari golongan 1.300 VA ke 5.500 VA, yakni Rp 1467,28/kWh.

    Kementerian ESDM dan PLN menyebut perubahan golongan ini tidak mempengaruhi tarif yang sebelum. Dirinya menyatakan tidak ada kenaikan listrik dari rencana kebijakan tersebut.

    Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan nantinya penambahan daya listrik dalam upaya penyederhanaan golongan pelanggan listrik tidak dikenakan biaya tambahan bagi pelanggan. Tarif listrik pun dijamin tidak akan mengalami kenaikan meskipun daya listriknya ditambah.

    “Tidak ada kenaikan tarif dan kita upayanya nantikan ada rencana positif bagi kepentingan masyarakat yang ingin tambah daya mereka ingin tidak membayar,” ujar Sofyan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

    Pihaknya kini tengah menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya listrik pelanggan non subsidi. Rencana ini juga masih dibicarakan PLN dengan Kementerian ESDM.

    “Kami lagi berhitung, permisi dulu sama Pak Jonan. Nanti ketentuannya ada, mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” tutur Sofyan.

    Sofyan juga menjamin kapasitas listrik PLN cukup untuk melayani sambungan listrik pelanggan jika sudah ditingkatkan dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi pemadaman atau byar pet saat memanfaatkan listrik.

    “Banyak permintaan dari masyarakat,” kata Sofyan.

    Rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga ini langsung ditolak serikat buruh. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Azis mengatakan, penyederhanaan dengan menaikkan kapasitas golongan tersebut menjadi 5.500 VA akan mendorong konsumsi listrik masyarakat menengah ke bawah. Akibatnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tagihan listrik juga semakin besar.

    “Tentu kami dari buruh menolak, bagi buruh penyederhanaan golongan ini akan mencekik biaya hidup buruh. Ini volumenya kan dibesarkan, jadi tidak mungkin tarifnya disamakan dengan yang 1.300 VA,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

    Dia menjelaskan, dengan pencabutan subsidi listrik bagi sebagian golongan 900 VA saja dinilai sudah memberatkan buruh. Sebab, dengan pencabutan ini, buruh‎ harus membayar tagihan listriknya dua kali lipat dari sebelumnya.

    “Kita sedang memperjuangkan upah yang naik cuma 8,71 persen. Untuk menutup yang pencabutan subsidi golongan 900 VA saja sulit, itu kan kenaikan pengeluaran untuk listrik 100 persen-120 persen. Misalnya buruh rata-rata bayar listrik Rp 300 ribuan, sekarang sudah Rp 600 ribuan. Ini akan mencekik buruh,” jelas.

    Oleh sebab itu, Riden meminta pemerintah tidak merealisasikan kebijakan penyederhanaan golongan pelanggan listrik ini. Menurut dia, pemerintah lebih baik kembali memberikan subsidi listrik bagi golongan 900 VA yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat bawah.

    “Kami sangat tegas menolak itu. Ini akan mencekik buruh. Kemarin waktu aksi di 10 November saja kita minta kembalikan subsidi listrik, kita sudah menyatakan itu. Kita minta kembali harga listrik,” imbuhnya.