Duh! Lagi-lagi Henry Gunawan, Kasusnya Melawan Pedagang Pasar Turi Dilanjut

Kejari Surabaya Tidak Melakukan Penahanan Karena Tersangka jadi Tahanan Kota dalam Perkara Lain

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Belum selesai kasus penipuan dan penggelapan Rp 4,5 miliar, Henry Gunawan kembali diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dalam kasus berbeda, yakni sebagai tersangka atas laporan 12 orang pedagang Pasar Turi.

Kasus ini sebetulnya sudah lama mangkrak. Diketahui, para pedagang Pasar Turi melaporkan Henry Gunawan dalam kasus penipuan dan penggelapan pembelian stan. Direktur Utama perusahaan pengelola Pasar Turi itu diduga menjual stan kepada pedagang dengan status hak milik serta telah menarik uang kepada sekitar 4.500 stan yang berjumlah mencapai Rp 1,4 triliun rupiah. Pihak Polda Jatim bahkan akhirnya menetapkan Henry Gunawan sebagai tersangka.

Namun, status tersangka Henry Gunawan sejak Juni 2016 tidak berubah. Bahkan kasusnya seperti dipeti-eskan. I Wayan Titib Sulaksana selaku tim kuasa hukum pedagang Pasar Turi, saat itu menduga, Henry Gunawan memang selalu menggunakan kekuatan uangnya untuk meloloskan dari jeratan hukum. “Kita tahu bahwa Henry ini dikenal selalu lolos dari jeratan hukum. Dia sangat licin,” kata Wayan.

Baca selengkapnya: Terjerat Mafia Peradilan, Hakim PN Surabaya ‘Masuk Angin’

Karena Polda Jatim saat itu tak kunjung menangani pelaporan pedagang Pasar Turi pada Januari 2015, akhirnya Mabes Polri memutuskan untuk mengambil alih kasus tersebut.

Dalam kasus ini, Penyidik Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara serta tersangka Henry Gunawan ke Kejari Surabaya.

Pantauan siagaindonesia.com, pada Rabu (15/11/2017), Henry menjalani serangkaian proses administrasi pelimpahan tahap II di ruang pidana umum Kejari Surabaya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis. Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) tersebut menjalani proses tahap dua hampir 6 jam lamanya, yakni pada pukul 10.10 WIB hingga pukul 16.15 WIB.

Dalam kasus Pasar Turi ini, jaksa tidak melakukan penahanan mengingat status Henry Gunawan telah berstatus tahanan kota pada perkara pidana kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 4,5 miliar, yang kini sudah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya melawan Notaris Caroline C Kalampung.

Baca selengkapnya: Gugatan Perdata Ditolak, Akal-akalan Henry Gunawan Meloloskan Pidana Terbukti

Tidak ditahannya Henry diketahui usai pelimpahan tahap II. Didampingi Lilik Djariyah, kuasa hukumnya, Henry langsung meninggalkan Kejari Surabaya dengan naik mobil mewahnya.

Para awak media yang menunggu sejak siang untuk meminta keterangan Henry, sempat kesulitan lantaran dihalang-halangi sejumlah orang yang diduga preman bayaran. “Minggir…minggir…minggir…” teriak pria berlogat Madura.

Terpisah, Kasintel Kejari Surabaya, I Ketut Kasna Dedi membenarkan pihaknya tidak melakukan penahanan. “Karena tersangka ini ditahan dalam perkara lain,” terangnya pada wartawan usai pelimpahan tahap II.

Diterangkan Ketut Kasna, dalam kasus ini ada 12 orang pedagang Pasar Turi yang merasa menjadi korban penipuan tersangka Henry Gunawan. “Kerugiannya sekitar Rp 1,3 miliar rupiah,” sambung pria kelahiran Bali tersebut.

Pada kasus ini, Bos PT GBP dijerat dengan pasal berlapis. Disebutkan tersangka melanggar pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Dalam laporan pedagang itu, Henry dianggap telah menggelapkan dan menipu sebanyak 3.600 pedagang di pasar Turi. Modusnya, investor memungut biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang.nv/man

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post