Mencari Pengganti Setnov, Golkar Terbelah

    30
    0
    Partai Golkar mencari pengganti Setya Novanto.

    SIAGAINDONESIA.COM Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Pusat (DPD) I Partai Golkar mendukung hasil keputusan rapat pleno yang membahas posisi Ketua Umum Setya Novanto. DPP Partai Golkar mengumpulkan seluruh DPD Tingkat I untuk berkoordinasi dan menyampaikan hasil rapat pleno membahas posisi Setya Novanto. Sebelumnya, rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan menerima Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum. Nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat akan dibahas sambil menunggu hasil sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Menurut Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Ridwan Bae, sikap ini diambil setelah menerima penjelasan DPP Golkar soal hasil rapat pleno 21 November 2017 dalam rapat DPD tingkat I seluruh Indonesia.

    “DPD memahami dan konsisten mendukung dan melaksanakan keputusan yang dimaksud,” kata Ridwan Bae seusai rapat DPP dan DPD I Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu malam, (25/11/2017).

    Setidaknya ada dua poin kesepakatan dari hasil pertemuan seluruh DPD Tingkat I Partai Golkar. Secara umum, seluruh DPD tingkat I Partai Golkar menyepakati lima poin hasil rapat pleno yang digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Selasa lalu.

    “Pertama, setelah mendengarkan pertemuan secara komperhensif Partai Golkar tentang keputusan rapat pleno tanggal 21 November, DPD provinsi se-Indonesia memahami dan konsisten mendukung dan melaksanakan keputusan dimaksud,” kata Bae.

    “Kedua, meskipun demikian, tetap mencermati dinamika yang ada dengan komitmen tetap berpedoman pada AD-ART dan peraturan organisasi Partai Golkar,” sambung dia.

    Meski DPD Tingkat I Partai Golkar sudah menyepakati dua poin, namun di internal Partai Golkar saat ini terbagi dalam 3 faksi berbeda dalammenyikapi situasi yang dialami Setya Novanto.

    Hal ini disampaikan Mirwan Bz Vauly, inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Minggu (26/11/2017). “Saat ini Golkar terbentuk tiga faksi menyikapi Setya Novanto. Sejak ia ditangkap KPK dan setelah rapat pleno kemarin,” ujar Mirwan.

    Menurut Mirwan, faksi pertama adalah faksi yang pro perubahan dan menghendaki segera diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

    Faksi ini tegas meminta Partai Golkar tidak saja sekadar Munaslub dalam waktu singkat, tapi faksi ini juga bekerja terus menyuarakan agar komitmen partai Golkar untuk bersih-bersih, anti korupsi, menjunjung tinggi etika dan rasa malu.

    Ia menjelaskan jika faksi ini dimotori para anak-anak muda yang melihat Indonesia lebih jauh ke depan.

    “Kedua adalah faksi yang antiperubahan atau atau faksi status quo. Golongan ini masih bertahan menunggu kembalinya Setya Novanto sebagai pahlawan Golkar,” imbuh Mirwan.

    Faksi inilah, kata Mirwan, yang saat ini konon merasa memegang kendali Partai Golkar, dan merasa paling legal berbicara atas nama Partai Golkar.

    Sementara faksi ketiga adalah faksi tengah. Faksi ini tidak mempermasalahkan diadakannya munaslub atau tidak.

    “Munaslub oke, tidak munaslub juga OK,” kata Mirwan.

    Faksi ini biasa disebut faksi no problem. Mereka menganggap organisasi itu harus berposisi seperti ‘Destarata’ yakni Raja Hastinapura dalam peperangan Barita Yudha antara Pandawa dan Kurawa, yang tidak boleh berpihak pada satu sisi.

    Bisa dibilang, kata Mirwan, orang merusak dan orang memperbaiki sama saja di matanya. Semua harus direspon sebagai kekuatan politik. Biarkan keduanya bertempur hingga layaknya Hastinapura runtuh tinggal nama.

    Calon Ketua Umum Pengganti Setnov

    Terkait desakan Munaslub, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Titiek Soeharto mengaku siap jika nanti dipilih sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.