Terungkap, Kebohongan Tiga Saksi Henry Gunawan Sebut Dipaksa Penyidik

Saksi Penyidik Polrestabes Surabaya Sebut Dilobi Pihak-pihak Berpekara

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Dua polisi dari Polrestabes Surabaya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus penggelapan dan penipuan yang menjerat bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan. Dua saksi tersebut adalah Kasubnit Harda Iptu Wardiono dan Brigadir Fandi Ardianto sebagai penyidik pembantu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso sengaja menghadirkan dua saksi verbal lisan (penyidik) untuk menangkal keterangan tiga saksi pada persidangan sebelumnya menyebut dipaksa dan ditekan saat proses pemberian keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP).

Sebelumnya, tiga saksi dari kubu Henry Gunawan mengaku dipaksa dan ditekan. Mereka adalah saksi Yuli, saksi Lie You Hin dan Raja Sirait, mantan Dirut PT GBP.

“Itu tidak benar. Kami tidak pernah mengarahkan dan memaksa saksi. Keterangan BAP itu adalah murni berasal dari saksi,” terang Iptu Wardiono menjawab pertanyaan JPU Prakoso pada persidangan di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (27/11/2017).

Iptu Wardiono mengaku telah membacakan isi dari proses pemeriksaan BAP pada para saksi Yuli, Liu You Hin dan Raja Sirait. Dan mereka menyatakan setuju dengan BAP tersebut. “Setelah dibaca oleh para saksi, mereka membubuhkan paraf dan tanda tangan, termasuk sudah ditanyakan kembali apakah ada perbaikan atau perubahan dari keterangan yang diberikan,” terang Wardiono di hadapan majelis hakim yang diketuai Unggul Mukti Warso.

Tidak hanya di BAP, Iptu Wardiono juga menyebut menunjukkan dokumen-dokumen yang dijadikan bukti laporan pada para saksi. Bukti-bukti itu berupa Akta Nomor 5 tentang perjanjian pengalihan kuasa dengan ganti rugi, Akta Nomor 6 tentang kuasa dan Akta Nomor 7 tentang kuasa subtitusi.

“Para saksi sudah saya tunjukan dokumen-dokumen yang dimaksud,” jelas saksi Wardiono menjawab pertanyaan Sidik Latuconsina selaku penasehat hukum terdakwa Henry.

Usai persidangan, Siddik Latuconsina tidak mengelak keterangan saksi verbal lisan tersebut. “Keterangan BAP ini benar,” ujar Siddik saat dikonfirmasi awak media.

Usai persidangan, Iptu Wardiono kepada awak media mengatakan sempat dihalang-halangan untuk datang ke persidangan. Menurutnya, ada seseorang yang tidak suka dia datang ke persidangan. “Ada yang mau melobi saya supaya tidak datang ke sidang, tapi saya tetap datang. Ini untuk menjawab penyangkalan para saksi,” ujar Wardiono saat dikonfirmasi siagaindonesia.com.

Sayangnya, pria berpangkat dua balok ini tidak mau menyebut siapa orang yang melobinya untuk tidak datang ke persidangan. “Yang jelas dari pihak yang ingin lepas dari perkara ini,” pungkasnya sembari meninggalkan PN Surabaya.

Seperti diketahui, saksi Yuli adalah bagian legal di PT GBP, sedangkan saksi Liu You Hin mantan Direktur PT GBP Tahun 2010 dan saksi Raja Sirait menjabat sebagai Dirut GBP Tahun 2010.  Pada sidang sebelumnya, ketiga saksi itu mengaku ada penekanan dan pengarahan dari penyidik saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada pidana Henry J Gunawan.

Henry Gunawan dilaporkan oleh Notaris Caroline C Kalampung. Saat itu, Notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Namun, Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10,5 miliar.nv/man

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post