TNI Bersama BPBD Ngawi Waspadai Bencana Longsor

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Kawasan Ngawi selatan yang terbagi empat wilayah kecamatan seperti Kendal, Jogorogo, Ngrambe dan Sine merupakan zona merah rawan tanah longsor. Maklum, wilayah ini berada dilereng Gunung Lawu bagian utara dengan kontur tanah yang labil. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi bersama Kodim 0805/Ngawi melakukan cek lokasi di wilayah Desa Tawangrejo, Kecamatan Ngrambe awal pekan ini tepatnya Selasa, (05/12).

“Di Ngawi ini mempunyai beberapa wilayah yang rawan longsor sehingga keberadaanya harus dipantau terus. Apalagi beberapa waktu terakhir intensitas hujanya sangat tinggi dan kami bersama BPBD sudah melakukan cek lokasi pada awal minggu ini,” terang Komandan Kodim (Dandim) 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono, Kamis (07/12).

Kata dia, seperti Desa Tawangrejo hasil dari pantauan memang memiliki banyak titik longsor. Secara geografis letak salah satu desa ini berada diantara tebing yang curam dengan tingkat kemiringan lebih dari 40 derajat. Ujarnya, mengajak warga untuk lebih ekstra waspada apabila melihat ada keretakan maupun pergeseran tanah secepatnya menghubungi petugas terdekat agar segera ditindaklanjuti.

Terpisah, Kepala BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono menjelaskan, pengawasan terhadap bencana longsor hanya bisa dilakukan secara manual. Sebab, alat pendeteksi longsor bantuan dari Kementerian ESDM yang pernah terpasang beberapa tahun silam kondisinya rusak. Dengan dalih minimnya anggaran membuat alat yang dimaksudkan ini bak sebagai barang rongsokan.

“Alat pendeteksi longsor semuanya rusak tidak ada yang bisa diandalkan. Padahal sudah beberapa kali BPBD meminta anggaran untuk memperbaiki tapi nyatanya tidak ada respon,” beber Heru. (pr)

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post