Dewan Gerah Progress Agroteknopark Di Ngawi Lambat

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Pasca inspeksi mendadak (sidak) Komisi II DPRD Ngawi ke lokasi proyek peningkatan BPPT disulap menjadi agroteknopark terus melakukan pemantaun hingga sekarang ini. Pasalnya, dewan berkeyakinan proyek yang di bandroll sekitar Rp 7 miliar lebih tersebut progres paket pekerjaanya sangat lambat. Terbukti memasuki pekan kedua Desember 2017 ini ada beberapa pekerjaan yang baru menyentuh angka 70 persen.

“Hasil evaluasi dari sidak kemarin itu tepatnya selasa (05/12) sangat menjadi perhatian kita. Padahal proyek tersebut kurang beberapa minggu lagi diserahkan masak progresnya pekerjaan ada yang minus,” terang Ketua Komisi II DPRD Ngawi Khoirul Anam Mukminin, Kamis (07/12).

Secara umum, rombongan anggota komisi bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat itu menilai ada pelaksaanaan teknis yang salah dilakukan rekanan. Sehingga membuat pekerjaan lambat. Termasuk penataan paket pekerjaan dan pekerja yang dikerahkan. Ada lima paket pekerjaan di proyek dengan leading sector Dinas Pangan dan Perikanan (DPP) Ngawi itu. Antara lain pembangunan gerbang dan pagar, cafe, serta fasilitas jalan penghubung.

Gus Anam sapaan akrabnya menyarankan rekanan segera mengambil tindakan atas keterlambatan tersebut. Setidaknya rekanan perlu menambah pekerjanya minimal 15 orang mulai hari ini. Sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat. Gus Anam meminta, agar DPP mengevaluasi perencanaan pekerjaan jika proyek tersebut masih berlanjut di tahun mendatang. Dengan mempertimbangkan, faktor alam, medan, dan hal teknis lainnya. Sehingga keterlambatan seperti tahun ini tidak terjadi lagi.

Sementara itu, Sunito Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (DPP) Ngawi selaku leanding sektor proyek agroteknopark mengaku molornya pekerjaan disebabkan oleh cuaca. Dia meminta pelaksana atau pihak ketiga untuk mempercepat progress pengerjaan maksimal sebelum 29 Desember 2017 harus clear. Jika tidak, ancaman denda menanti rekanan. (pr)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post