Polres Ngawi Bidik Kereta Kelinci Dan Bentor Jika Beroperasi Dijalur Nasional

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Satlantas Polres Ngawi terus memantau pergerakan kendaraan kategori modikasi baik becak motor (bentor) maupun kereta kelinci yang seringkali melanggar aturan lalu-lintas. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin melakukan warning keras bagi kedua kendaraan modifikasi tersebut jangan sampai seenaknya beroperasi di jalur yang memang dilarang untuk dilintasi.

“Kita tetap melakukan penertiban dan penegakan terhadap bentor dan kereta kelinci jika mereka nekat melintas maupun beroperasi di jalan nasional. Jangan sampai mereka melanggar tentunya harus mentaati himbauan ini,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin via selular, Kamis (07/12).

Kata AKP Rukimin, penertiban tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan sebagai upaya untuk menghindari kejadian yang tidak dinginkan, baik penumpang dan pengguna jalan lainnya. Apalagi beroperasi di jalan nasional tentu akan mengancam keselamatan pengendara maupun penumpang bentor maupun kereta kelinci itu sendiri. Mengingat di jalan nasional jelas dilewati kendaraan besar plus bus antar kota yang notabene dengan kecepatan tinggi.

Tandasnya, upaya persuasif terus dilakukan, mulai dari sosialisasi hingga pertemuan bersama paguyuban pengelola kereta kelinci dan bentor. Langkah tersebut diambil untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pemilik kendaraan tentang bahaya berkendara di jalanan umum. Namun sayangnya himbauan tersebut seringkali malah dilanggar dengan beragam alasan.

“Jangan sampai urusan perut dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran. Kita tahu mereka mengais rejeki tetapi harus melihat seberapa besar resiko penumpang yang diangkut. Sebenarnya kita memberikan toleransi kepada mereka monggo beroperasi dikawanan wisata kalau dikota Ngawi bisa di kawasan alun-alun. Namun tolerasni kita ini tidak berlaku di jalan nasional apabila melanggar tetap kita sita,” jelasnya.

Pungkas perwira menengah yang akrab dengan kalangan jurnalis ini menekankan, kendaraan bentor maupun kereta kelinci tersebut tidak ada STNK dan Plat Nopolnya, sehingga pengemudi dapat melanggar pasal 70 UU RI No. 22 tahun 2009 dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,-  selai itu mereka juga dapat dikenakan pasal 277 jo pasal 50 UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang modifikasi kendaraan dengan kurungan maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp 24.000.000.

“Bahwa korban penumpang kereta kelinci dan bentor tidak mendapatkan asuransi kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu jangan menggunakan atau memanfaatkan kedua jenis kendaraan ini di jalur yang dilarang karena keselamatan itu mahal harganya. Kita hanya bisa memberikan pemahaman dan perlindungan tetapi kalau ada yang nekat tentu berurusan dengan aturan yang berlaku,” pungkas AKP Rukimin. (pr)

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post