Batal Bela Pedagang Pasar Turi, Ini Bandrol yang Diminta Yusril

Kasus Pasar Turi, Eksepsi Henry Gunawan Dianggap Masuk Pokok Perkara

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Ada yang berbeda dari kasus penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi yang menjerat terdakwa Henry J Gunawan. Ya, terdakwa rupanya tidak mau kalah di persidangan. Sehingga dia menggunakan jasa pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra.

Padahal sebelumnya Yusril nyaris menjadi penasehat hukum pedagang Pasar Turi. Namun batal, lantaran fee yang diminta Yusril kepada para pedagang terlalu tinggi.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi, H Suchaimi mengatakan bahwa wajar saja jika Henry Gunawan kini menggunakan jasa Yusril. Sebab, Henry bisa mampu menggunakan jasa siapa saja untuk menjadi pembelanya.

Ya, faktor rupiahlah yang membuat keadaa menjadi terbalik. Yusril, kata Suchaimi, awalnya pernah mau membela pedagang Pasar Turi. Tapi karena fee yang dipatok sangat tinggi, para pedagang kemudian memilih mundur.

“Kami mundur karena gak kuat bayar feenya. Saat itu kami diminta bayar Rp 1,2 miliar dan setelah dinego, harganya turun jadi Rp 700 juta. Itu belum termasuk akomodasinya,” kata Suchaimi usai menyaksikan persidangan kasus ini di PN Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Namun yang disayangkan pedagang sikap Yusril yang justru berbalik melawan pedagang dan memilih membela Henry Gunawan. Padahal kata Suchaimi, para pedagang sudah optimis dengan Yusril yang katanya ‘pro rakyat’ tersebut. Bahkan mereka rela menyerahkan semua data-data kasus Pasar Turi. “Semua data-data kasus Pasar Turi sudah kami berikan ke Yusril,” ujarnya.

Pedagang Pasar Turi menyayangkan sikap Yusril yang justru berbalik melawan pedagang dan memilih membela Henry Gunawan.

Pedagang Pasar Turi menyayangkan sikap Yusril yang justru berbalik melawan pedagang dan memilih membela Henry Gunawan.

Pernyataan Suchaimi ini juga diamini Muhammad Taufik, pedagang Pasar Turi. Taufik mengaku dengan keterbatasan dan kemampuan pedagang pasar turi pasca kebakaran tidak mampu membayar fee pengacara sekelas Yusril.

“Kami lost kontak dengan Yusril dan akhirnya bertemu dengan Pak Wayan Titip dan Pak Bahir seorang pengacara yang dengan gratis mau mendampingi kami, rakyat kecil,” terang Taufik menyambung penyataan Suchaimi.

Sementara, H Abdul Rosyid yang juga korban dalam kasus ini meminta agar negara turun melakukan pengawasan dalam kasus ini.

“11 tahun kami sudah menderita, negara harus turun untuk mengawasi persidangan perkara ini, jangan sampai ada mafia-mafia hukum yang bermain pada kasus ini,” kata Abdul Rosyid.

Terpisah, Yusril Ihza Mahendra membantah pernah ditemui pedagang Pasar Turi. “Jangankan minta fee, bertemu saja tidak pernah, bisa saja mereka ngaku-ngaku,” bantah Yusril saat dikonfirmasi di PN Surabaya usai mendampingi persidangan Henry Gunawan.

***

Sementara itu Yusril sendiri dalam persidangan terdakwa Henry Gunawan menyampaikan nota eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Nota eksepsi itu dibacakan langsung oleh Yusril pada persidangan di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Dalam eksepsinya, Yusril menganggap kasus yang menjerat Bos PT Gala Bumi Perkasa ini bukan merupakan kasus pidana. “Ini kasus perdata,” terang Yusril saat membacakan eksepsinya.

Terdakwa Henry Gunawan didampingi pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra duduk sebagai pesakitan dalam kasus penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Terdakwa Henry Gunawan didampingi pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra duduk sebagai pesakitan dalam kasus penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/12/2017).

Persidangan kasus ini akan kembali digelar satu pekan mendatang dengan agenda jawaban dari jaksa penuntut umum atas eksepsi terdakwa.

“Sidang ditunda satu minggu,” ucap Hakim Rohmat sembari mengetukan palu sebagai pertanda berakhirnya persidangan.

Usai persidangan, JPU Harwaedi menjelaskan, jika eksepsi yang diajukan terdakwa Henry melalui tim penasehat hukumnya malah menguntungkan pihaknya. “Karena eksepsinya sudah masuk ke materi pokok perkaranya dan saya kira harus ditolak,” kata Jaksa Harwaedi.

Seperti diketahui, aksi tipu gelap itu dilakukan terdakwa Henry saat menjadi investor Pasar Turi. Saat itu Henry melakukan pungutan biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang yang nilai totalnya sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah).

Oleh Jaksa, Henry didakwa dengan pasal berlapis, Perbuatan Mantan Ketua REI  Periode 2008-2011 ini  dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan.nv/man

 

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post