Sudah Masuk Materi Pokok Perkara, Jaksa Tolak Eksepsi Henry Gunawan

Kasus Penipuan dan Penggelapan Pasar Turi

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menolak dalil-dalil eksepsi dari tim pembela Henry J Gunawan, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan pedagang Pasar Turi.

Hal itu disampaikan JPU Darwis dan JPU Harwaedi saat membacakan nota jawaban atas eksepsi terdakwa Henry J Gunawan yang dibacakan secara bergantian di ruang sidang cakra, PN Surabaya, Kamis (21/12/2017).

Dalam jawaban yang dibacakaan di ruang sidang cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jaksa  menilai eksepsi yang diajukan Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) itu telah masuk ke materi pokok perkara.

Dua jaksa itu menyebut, penyusunan surat dakwaan yang didakwakan pada terdakwa Henry J Gunawan telah dianggap sempurna, karena sudah disusun secara cermat dan teliti.

“Meminta agar majelis hakim pemeriksa untuk menolak eksepsi terdakwa Henry J Gunawan dan menerima jawaban jaksa penuntut umum serta melanjutkan pemeriksaan perkara ini ke pembuktian,” ucap Jaksa Harwaedi saat membacakan nota jawabannya.

Usai pembacaan nota jawaban itu, majelis hakim yang diketuai Rohmat mengaku akan melanjutkan persidangan kasus tipu gelap ini pada dua pekan mendatang dengan agenda pembacaan amar putusan sela. “Sidang ditunda dua minggu untuk pembacaan putusan sela,” kata Hakim Rohmat sembari menutup persidangan.

Sebelumnya, Henry J Gunawan melalui tim penasehat hukumnya menyebut, jika perkara yang membelitnya bukanlah tindak pidana melainkan hubungan keperdataan.

Henry J Gunawan dilaporkan oleh sejumlah Pedagang Pasar Turi yang mengaku menjadi korban tipu gelap Bos PT GBP. Saat itu Henry melakukan pungutan biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang yang nilai totalnya sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah)

Perbuatan Mantan Ketua REI  Periode 2008-2011 ini  dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan.nv/man

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post