Eksepsi Henry Gunawan Ditolak, Yusril Banggakan Kekayaan Kliennya

Kasus Pasar Turi

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Dalil eksepsi yang diajukan tim penasehat hukum Henry J Gunawan, terdakwa kasus penggelapan dan penipuan terhadap pedagang Pasar Turi, ditolak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (4/1/2018).

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim yang diketuai Rohmat tidak menemukan alasan yang kuat untuk mengabulkan eksepsi terdakwa  Henry. Pasalnya, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah disusun secara cermat dan teliti, di mana telah disebutkan secara jelas tentang identitas terdakwa.

Hakim Rohmat juga mengabaikan dalil eksepsi terdakwa Henry yang menyebut bahwa kasus pidana ini haruslah ditangguhkan dahulu karena ada gugatan perdata yang sedang disidangkan.

Menurut Hakim Rohmat, dalil-dalil eksepsi itu telah menyinggung materi pokok perkara, sehingga surat dakwaan JPU haruslah dibuktikan di persidangan. Hakim Rohmat juga memerintahkan agar JPU melakukan pembuktian dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

“Mengadili, menolak eksepsi terdakwa dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan para saksi persidangan,” ucap Hakim Rohmat saat membacakan amar putusan sela.

Atas perintah hakim Rohmat, JPU Darwis meminta waktu selama satu pekan mendatang untuk dapat menghadirkan para saksi ke persidangan. “Kami minta waktu satu minggu majelis untuk hadirkan saksi-saksi,” kata Jaksa Darwis.

Terpisah, Yusril Ihza Mahendra selaku penasehat hukum terdakwa Henry mengaku siap menghadapi pembuktian jaksa. “Kami siap-siap saja,” ujarnya usai persidangan.

Pada awak media, Yusril mengaku jika kliennya tidak melakukan penggelapan dan penipuan. Yusril justru membanggakan kekayaan terdakwa Henry yang dinilai tak sebanding dengan angka kerugian yang dialami para pedagang.

“Secara financial tidak mungkin terdakwa melakukan (penggelapan dan penipuan), apalagi cuma satu miliaran. Uang itu ada, hanya karena terkendala saja masalah pemecahan suratnya di Pemkot Surabaya, sehingga belum dapat terlaksana,” kata Yusril.

Seperti diketahui, terdakwa Henry J Gunawan dilaporkan oleh sejumlah Pedagang Pasar Turi yang mengaku menjadi korban tipu gelaanya. Saat itu, terdakwa Henry melakukan pungutan biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang yang nilai totalnya sebesar Rp 1.013. 944.000 (satu miliar, tiga belas juta, sembilan ratus empat puluh empat ribu rupiah)

Perbuatan Mantan Ketua REI  Periode 2008-2011 ini  dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan.nv/man

Up Next

Related Posts

Discussion about this post