Bupati dan Gubernur Bukan Kacung Presiden

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Tokoh gerakan buruh Mohammad Jumhur Hidayat kembali bersuara keras. Saat menghadiri deklarasi calon Bupati dan Wakil Bupati Sumedang siang ini, dia meminta agar pasangan Eka Setiawan-Agung Anugrah (Partai Gerindra, PKS dan PBB) harus memiliki karakter yang jelas dan keberpihakan kepada rakyat.

“Saya mengenal pimpinan nasional Gerindra Prabowo Subianto, PKS Ustad Salim Segaf Al Jufri dan Ustad Sohibul Iman, serta pimpinan PBB Yusril Ihza Mahendra. Mereka semua adalah orang-orang yang berkarakter. Karena itu pasangan ini juga harus menjadi pasangan yang berkarakter, sehingga Sumedang menjadi mantap,” ujar Jumhur saat orasi di depan para pendukung Eka-Agung, Selasa (9/1/2018).

Dia menegaskan bahwa modernisasi bukan berarti menggusur kebudayaan adiluhung Sumedang, apalagi modernisasi dengan industrialisasinya sampai menggusur rakyat.

“Jangan sampai kalau kawasan industri berkembang di Sumedang, menggusur rakyat dan dipenuhi pekerja asing. Walau pemerintah pusat mempermudah masuknya tenaga kerja asing berduyun-duyun datang ke Indonesia, maka bupati dan wakil bupati harus menolaknya sejauh ada rakyat Sumedang yang bisa bekerja di sektor itu,” seru Jumhur.

Bila para pekerja di Sumedang belum siap, lanjut dia, maka negara harus mempersiapkan menjadi profesional dan mandiri, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Ingat, bupati dan gubernur bukanlah kacungnya presiden. Mereka adalah pemimpin lokal yang bisa bertanya kepada pusat bila kebijakan pusat akan menyulitkan warga lokal!” pungkasnya, disambut riuh tepuk tangan dan gempita massa.

Hampir seluruh sesepuh dan tokoh Sumedang hadir di deklarasi yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut. Sebagai kakak kandung dari calon Wakil Bupati Agung yang diusung Gerindra, Jumhur akan mengawal jalannya roda Pemerintah Kabupaten Sumedang mendatang agar konsisten berpihak kepada rakyat.

Up Next

Related Posts

Discussion about this post