Terdakwa Hasan Kasus Penipuan Disudutkan Korban Dengan Pemberitaan Miring

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Kasus penipuan penjualan truk senilai Rp 510 Juta antara terdakwa Hasan Aman Santoso dengan Eddy Tanuwijaya semakin memanas. Dalam sidang sebelumnya, JPU Siska dari Kejari Tanjung Perak selama 2 tahun 6 bulan penjara.

Dalam kasus ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya Ismed mengungkap kebenaran setelah terdakwa disudutkan dengan pemberitaan miring yang sengaja dibuat korban sebelumnya di sejumlah media online.

Ismed selaku kuasa hukum mengaku, kliennya (terdakwa) tidak merasa bersalah dalam pembelian truk tersebut. “Justru klien kami menjadi korban dari Eddy Tanuwijaya. Ada dua cek yang tidak bisa dicairkan untuk pembayaran truk,” ujar dia.

Ismed juga menjelaskan, alasan terdakwa Hasan Aman Santoso sengaja memblokir kedua cek dari korban karena dokumen truk seperti STNK dan Kir tidak ada serta surat pajak truk juga mati, lantaran tidak diketahui keberadaannya oleh terdakwa selaku pembeli.

Pemblokiran tersebut dilakukan terdakwa dengan cara membuat laporan kehilangan setelah mendapat anjuran dari pihak Bank Indonesia (BI) sesuai prosedur.

“Karena saat pembelian truk tersebut karena kondisi saat itu (Truk) tidak diketahui oleh klien kami. Karena sebelumnya Eddy tidak jujur pada saat menjual truk itu. Setelah pembayaran truk tersebut, baru ketahuan kalau truk yang dibeli klien kami tidak ada stnknya,” terang Ismed saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (17/1/2018).

Setelah terdakwa masih kata Ismed, korban terus beeusaha menghindar hingga terdakwa membuat surat kehilangan untuk memblokir dua cek yang diserahkan kepada korban Eddy Tanuwijaya. Terdakwa menyerahkan uang tunai dengan mentransfer senilai Rp 20 juta kepada korban untuk pembayaran truk. Dari tiga cek itu, satu cek senilai 245 Juta dan dua cek lainnya senilai Rp 23 Juta lebih.

Menurut Ismed, kasus yang menjerat terdakwa ini adalah murni kasus perdata bukan pidana. Karena ada dugaan permainan di penyidik kepolisian kasus ini dipaksakan ke pidana.

“Kasus penjualan truk senilai Rp 510 juta ini berawal, pada saat itu terdakwa di perkenalkan oleh Agus, orang Indo Mobil kepada Eddy Tanuwijaya karena mau over kredit truk. Hingga akhirnya di sepakati harga truk senilai Rp 510 juta di potong cicilan 11 bulan, dan sisanya di bayar dengan tiga cek oleh terdakwa.

Perlu diketahui, dalam kasus ini sendiri baik pembeli aman maupun penjual Eddy saling membuat laporan ke kantor polisi. Kasus Eddy sendiri saat ini masih ditangani kepolisian daerah (Polda) Jatim. (Ad)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post