Beranda Headline Sewa Kapal Listrik Turki Hingga Rp 130 Triliun, Dirut PLN Mark Up?

Sewa Kapal Listrik Turki Hingga Rp 130 Triliun, Dirut PLN Mark Up?

55
0
Dirut PLN Sofyan Basyir diperiksa KPK sebagai aktor di balik sewa kapal-kapal Turki hingga Rp 130 triliun yang punya reputasi buruk secara internasional. Sudah lama KPK mencium indikasi korupsi di tubuh PLN.

SIAGAINDONESIA.COM Dugaan korupsi di tubuh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencuat pasca Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kondisi keuangan perusahaan yang merosot tajam. Akibat kebijakan pengadaan proyek pembangkit listrik dengan menyewa kapal dari Turki yang dinilai tidak efisien.

Disebut-sebut yang harus bertanggung jawab atas dugaan kebocoran uang negara itu adalah Dirut PLN Sofyan Basyir sebagai aktor di balik sewa kapal-kapal Turki yang punya reputasi buruk secara internasional.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku belum bisa menjelaskan secara detail terkait apakah KPK sudah melakukan penyelidikan soal dugaan korupsi di tubuh PLN dalam kasus mark up proyek pengadaan listrik dengan menyewa 5 kapal Turki. Akibat proyek ini, keuangan negara ‘menguap’ hingga Rp 130 triliun.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut bila kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Dalam hal ini Direktur Utama PLN Sofyan Basir sudah diperiksa KPK. Kata Febri, saat ini kasus dugaan korupsi belum masuk tahap penyelidikan. “Belum masuk penyelidikan,” singkatnya.

Sebenarnya Sofyan Basir bukan sekali ini saja memenuhi panggilan KPK. Sebelumnya dia juga pernah diperiksa terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Deiyai, Papua, pada Senin 25 Januari 2016. Saat itu anggota DPR Dewie Yasin Limpo dicokok KPK setelah menerima suap terkait proyek itu. Dan, Sofyan saat itu diperiksa KPK sebagai saksi.

Usai diperiksa KPK, Sofyan menegaskan proyek PLTMH Deiyai itu bukanlah proyek PLN. Sofyan saat itu berkilah bahwa PLN tidak terlibat dalam proyek PLTMH tersebut karena proyek didanai oleh APBN.

Menurutnya, sejak 2015 PLN tidak lagi menangani proyek yang didanai APBN. Ia mengatakan PLN hanya menangani proyek yang terdaftar dalam Anggaran PLN (APLN). PLN sendiri, terangnya, telah menangani sekitar 480 proyek PLTMH. Namun proyek PLTMH di Kab. Deiyai tidak termasuk salah satunya.

Kepada penyidik KPK, Sofyan mengaku mengenal Dewie Yasin Limpo sebagai anggota Komisi VII DPR. Meski begitu, ia menampik ada pertemuan antara dirinya dengan Komisi VII. Sofyan  mengatakan tidak ada pembahasan mengenai PLTMH di parlemen, termasuk apakah hasilnya akan dijual ke PLN atau tidak jika proyek tersebut berjalan. Dan kepada penyidik, dia menjelaskan mengenai prosedur penggunaan APLN dalam satu proyek. Selain itu, ia menjelaskan ihwal keberadaan Independent Power Producer dan PLTMH.

Dan kini, Sofyan kembali diperiksa KPK untuk mempertanggungjawabkan penyewaan Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Apung selama 5 tahun dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang terindikasi ada kerugian negara. Kapal tersebut bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang didatangkan dari Turki dan berbendera Liberia. Sewa kapal PLTG Apung atau kapal listrik ini ditangani langsung PLN atau bukan lewat perantara.

Saat tu Sofyan menjelaskan biaya sewa ‘kapal listrik’ tersebut lebih murah daripada sewa genset yang konsumsi bahan bakarnya menggunakan solar. Ya, ‘murah’ tapi langsung membuat negara merugi hingga Rp 130 triliun.

PLTG Apung ini disewa pada Desember 2015 dan setelah proses instalasi dan uji teknis, PLN berharap ‘kapal listrik’ bisa beroperasi untuk mensuplai kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Apung dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang disewa PLN. Kapal listrik tersebut bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang didatangkan dari Turki.
Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Apung dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang disewa PLN. Kapal listrik tersebut bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang didatangkan dari Turki.