Beranda Buah Bibir Aktor Laga Legendaris Advent Bangun Tutup Usia

Aktor Laga Legendaris Advent Bangun Tutup Usia

5
Advent Bangun.

SIAGAINDONESIA.COM Aktor laga kawakan Advent Bangun meninggal dunia, Sabtu (10/2/2018). Advent meninggal dunia. Pemilik nama lengkap Yohanes Thomas Advent Bangun itu tutup usia di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan, pukul 02.35 WIB.

Pihak keluarga melalui istri Advent, Lois membenarkan kabar tersebut. “REST IN PEACE. Telah Berpulang Ke Rumah BAPA Di Surga, Bapak Pendeta Yohanes Thomas Advent Bangun pada Pukul 02.35 WIB, Hari Sabtu, 10 Febuari 2018 di HCU RSUP Fatmawati, Jakarta. “Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” Mazmur 116:15.” tulis pesan yang diterima awak media.

Paranormal Ki Kusuma melalui akun Twitter-nya, @kikusumo mengabarkan kematian aktor bernama asli Thomas Advent Perangin-angin Bangun itu. “Akhirnya teman kita aktor senior advent bangun meninggal dunia semoga diampuni dosanya diterima amal ibadahnya dan dikuatkan keluarga yang ditinggalkannya amin.”

Jenazah Advent disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Kecapi, Jagakasa, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Advent Bangun dirawat di RSUP Fatmawati Jakarta akibat sakit ginjal.

Seperti yang diketahui, Advent merupakan aktor laga yang namanya mulai naik daun pada era tahun 70-an.

Sejak tahun 1976 hingga 2000, tercatat Advent Bangun telah membintangi lebih dari 60 judul film.

Di antaranya, ‘Rajawali Sakti’ (1976), ‘Dua Pendekar Pembelah Langit’ (1977), ‘Golok Setan’ (1983), ‘Carok’ (1985), ‘Dendam Dua Jagoan’ (1986), dan ‘Pendekar Bukit Tengkorak’ (1987).

Wajahnya yang sangar dan tubuh kekarnya membuat Advent dianggap cocok memerankan tokoh protagonis.

Tidak heran diberbagai judul film yang ia mainkan itu, Advent kerap digambarkan menjadi sosok musuh tangguh dan sulit terkalahkan.

Ia kerap dipasangkan dengan Barry Prima (62) yang selalu memainkan tokoh protagonis.

Meski sudah belasan tahun tak muncul di layar televisi, namun nama Advent tetap melegenda.

Dia pernah main di sejumlah sinetron seperti Kaca Benggala (1993) dan Singgasana Brama Kumbara (1995) dan lainnya.