Beranda Buah Bibir Mennel Ibtissem Hengkang dari The Voice Gara-gara Teroris

Mennel Ibtissem Hengkang dari The Voice Gara-gara Teroris

32
Mennel Ibtissem.

SIAGAINDONESIA.COM Mennel Ibtissem sempat menjadi viral saat melantunkan lagu Hallelujah karya Leonard Cohen di The Voice Perancis. Lagu itu dikemas dengan lagu religi Islam karena Mennel seorang muslimat.

Namun penyanyi berusia 22 tahun itu kembali menjadi viral setelah mengeluarkan pernyataan yang meragukan identitas pelaku terorisme di Nice, Perancis, di hari Bastille Day tahun 2016 yang menewaskan 86 orang. Berbagai kecaman pun muncul. Atas reaksi netizen, Mennel pada akhirnya memutuskan untuk hengkang dari The Voice Perancis.

Lewat tulisan di media sosial, Mennel memposting serangan di Nice. “Ini telah menjadi rutinitas, satu serangan dalam satu pekan!”

Mennel juga dinilai nyinyir lewat tulisannya di media sosial. Begini terjemahannya, “Dan untuk selalu tetap setia, ‘teroris’ ini (anehnya) membawa surat identitas yang lengkap bersamanya. Memang benar, ketika anda merencanakan tindakan kotor, Anda tidak lupa membawa surat-surat Anda.”

Pesan-pesan yang dikupas dalam reportase sebuah media di Perancis juga termasuk tagar #PrenezNousPourDesCons yang dalam bahasa Indonesia berarti membawa kita untuk orang idiot. Tagar ini dianggap menghina para korban terorisme.

Rupanya teroris yang diragukan Mennel itu seorang sopir truk yang diidentifikasikan sebagai pria asal Tunisia berusia 31 tahun. Satu pekan setelah kejadian pria asal Tunisia itu menyelinap ke sebuah gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray dan membunuh seorang imam tua gereja di sana.

Tapi Mennel mengulas dengan pernyataan, “Teror sesungguhnya adalah pemerintahan kita.”

Pernyataan ini langsung menuai kecaman di media sosial. Beberapa pemilik akun menyebut ini adalah penghinaan terhadap korban serangan Nice. Keluarga korban yang membentuk suatu asosiasi mengatakan tidak terima dengan tulisan Mennel di media sosial.

Bukan saja pribadi Mennel Ibtissem yang diserang, tekanan juga dialami penyiar TF-1 yang menayangkan the Voice dan mendesak agar Mennel disingkirkan dari kompetisi. Tapi tidak sedikit juga yang membelanya, bahwa dia ditargetkan keluar dari kompetisi secara tidak adil hanya karena dia seorang muslim.

Setelah ulasannya yang menuai kontroversi di media sosial diberitakan oleh media mainstream di Perancis, Mennel meminta maaf, dan dengan tegas dirinya bersikap mengutuk terorisme. Namun pada Jumat (9/2/2018) kemarin Mennel mengumumkan keluar dari program The Voice Perancis  yang sempat melambungkan namanya itu.

Lewat sebuah video yang diposting di Facebook dalam bahasa Inggris dia berkata, “Saya tidak pernah bermaksud menyakiti siapa pun, dan munculnya anggapan bahwa saya melakukan hal itu secara sengaja itu sungguh menyakitkan.”

Meskipun tidak lagi menjadi peserta dalam The Voice Perancis, lanjut Mennel, tapi dirinya akan terus menyebarkan pesan tentang perdamaian dan toleransi, jauh dari semua bentuk fanatisme. Video yang ditayangkan lewat siaran langsung di Facebook dalam sekejap ditonton lebih dari 500 ribu kali di Perancis dengan ratusan pengguna mengungkapkan dukungan padanya.