Cara Menangkal Ekstrimisme Beragama

    18
    0
    Rektor Unusa, Prof.Achmad Jazidie. Foto: Didik S

    SIAGAINDONESIA.COM Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), menggelar acara Diskusi Kondisi Kekinian Indonesia dengan mengambil tema “Mental Well Being Komunitas: Perspektif Sosio-Komunitas”, bertempat di Kafe Fastron lantai 3, Tower Unusa Kampus B Jumursari Surabaya, Jumat (9/2/2018).

    Acara tersebut menghadirkan narasumber Siti Kholifah, Ph.D dari Fisip Universitas Brawijaya serta Dr. Lusi Asa Akhrani, M.Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Brawijaya.

    Puluhan mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara diskusi yang dimulai dengan pemaparan hasil penelitian dari para narasumber. Dilanjut dengan acara diskusi serta tanya jawab. Selain hadir Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, tampak pula Ketua PPMPI, Ir. Wardah Alkatiri, M.A., Ph.D.

    Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie mengatakan, melalui dialog ini, pihaknya berharap semua mahasiswa bisa memahami bagaimana Islam itu hadir didunia sebagai agama rahmatan lil alamin, bukan mengarah ke religious extremism.

    “Kita cegah dan kita tangkal itu (religious extremism) melalui komunitas yang betul, atau istilah lain dari masyarakat gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

    Komunitas masyarakat itu, lanjut Jazidie, adalah masyarakat yang benar-benar bisa membentuk lingkungan tahan terhadap pengaruh pengaruh ekstrem.

    Menurut Jazidie, untuk mengarah kesana harus ditanamkan pemahaman dalam beragama, hindari dari segala sesuatu yang sifatnya ekstrem. Puasa misalnya, telah ada aturannya kapan harus berbuka, tidak boleh seseorang puasa 24 jam.

    “Jadi beragama itu yang wajar, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, jangan mengambil jalan yang ekstrim,” terangnya.

    Jazidie menambahkan, komunitas itu harus terlibat dalam hal positif, demikian juga mahasiswa supaya sering terlibat kegiatan sosial, memicu dan memacu daya kritis, serta pemahaman yang menjadi lebih baik. DS