Beranda oase Pameran Seni Rupa ‘Sharing Goodness & Happiness’

Pameran Seni Rupa ‘Sharing Goodness & Happiness’

259
0
Para seniman peserta pameran

SIAGAINDONESIA.COM – Kebahagiaan sebuah kata yang mempunyai makna berbeda-beda bagi setiap orang. Makna kata itu terkait dengan budaya, sosial, filosofi dan agama mereka. Sebenarnya, kebahagiaan sangat sulit untuk didefinisikan. Kata ini artinya dapat disamakan dengan kehidupan yang baik atau kebahagiaan yang sangat terpengaruh dengan keadaan emosional, dan sangat kuat hubungannya dengan psikologi.  Sehinggga, tidaklah mudah untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi seseorang.

“Dihadapkan dengan kenyataan sehari-hari, kebahagiaan seringkali sulit dipahami. Artinya, sekali waktu kebahagiaan itu dapat tercapai namun sangat sukar untuk mempertahankannya. Manusia sering bermimpi akan kelanggengan hidup bahagia, namun banyak yang gagal untuk mendapatkannya,” ungkap Anton Larenz, penulis seni asal Jerman, pada acara pembukaan Pameran Seni Rupa ‘Sharing Goodness & Happiness’ di Padepokan Apel Watoe, desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, pada hari Sabtu, 24 Pebruari 2018. Pameran ini digelar selama satu bulan sampai dengan tanggal 24 Maret 2018.

Dikatakan lebih lanjut, cara-cara untuk memperoleh kebahagiaan masih misterius, tergantung pada apa yang dilakukan oleh setiap individu. Kebahagiaan tidak seharusnya didapatkan, tetapi membuat manusia menempa diri untuk memperoleh keberuntungan mereka. Dengan menyumbangkan karya-karya seni mereka dalam ukuran kecil, semua partisipasi seniman telah membuktikan bahwa sesuatu yang kecil juga dapat dinikmati keindahannya. Meski ukurannya kecil, pesan-pesan dan keindahan visual yang diciptakan mereka besar artinya, dengan berbagai corak dan media untuk menyampaikan maknanya.

Kolektor dan curator seni rupa, dr. Oei Hong Djien Sp.PA. mengungkapkan, perkembangan nilai karya seni rupa semakin hari semakin mahal. Dicontohkan, lukisan karya  Raden Saleh yang sudah terangkat di pameran seni rupa dunia kini harganya mencapai Rp. 146 milyar. Bahkan ada sebuah lukisan berukuran kecil karya seniman manca negara yang harganya Rp. 450 milyar. Terkait dengan perkembangan seni rupa di Borobudur, dr. Oei Hong Djien sangat bangga dan menghargai kiprah para seniman seni rupa di sini. Terbukti, berkat kehebatan seorang seniman seni rupa Deddy PAW dengan Padepokan Apel Watoe miliknya dapat menggelar pameran bersama yang tidak saja menampilkan karya seni rupa dari dalam negeri, tetapi juga diikuti oleh seniman seniman dari 7 negara.

Direktur Art Xchange Gallery Singapura, Benny Oentoro, yang membuka pameran ini kepada para seniman berpesan, meski saat ini pasar seni rupa dunia sedang terpuruk dan situasi pasar seni rupa yang tidak kondusif, para seniman diharapkan tetap bersemangat dalam berkarya.

Deddy PAW, seniman seni rupa pemilik Padepokan Apel Watoe penyelenggara pameran ini menjelaskan, para perupa yang mengikuti pameran “Sharing Goodness and Happiness” yang berasal dari Indonesia adalah Antonius Kho, Choirudin, Cipto Purnomo, Damtoz Andreas, Deddy PAW, Erica Hestu Wahyuni, Gusmen Heriadi, Hatmojo, Laksmi Shitaresmi, Nurfu Ad, Imam Yuni, Putut Wahyu Widodo, Ruddy Pata Areadi, Susthanto, Yani Mariani Sastranegara dan Yogi Setyawan. Sedangkan yang dari manca negara adalah Abu Jalal Sarimon (Singapore), Abu Zaki Hadri (Malaysia), Bounpaul Phothyzan (Laos), Kexin Zhang (China), Marisa Darasavath (Laos), Nahla Ali (Mesir) dan Samy R.R. Vermeulen (Jerman).

Dalam pameran seni rupa ini, paling tidak ada 69 karya seni rupa yang dipamerkan yang terdiri atas 54 buah lukisan dan 15 karya patung. Karya-karya lukisan yang dipamerkan, antara lain berjudul “Resurrect, Revive Rebirth in Blue (Abu Jalal Sarimon), “Pudu Station in the Future” (Abu Zaki Hadri), “Daydreaming #2″ (Antonius Kho), “Life#1” (Bounpaul Phothyzan), “The Eagle Family”  (Cipto Purnomo),  “The Legend” (Damtoz Andreas), “Enlightenment For The Soul” (Hatmojo), “The King” (Nurfu Ad) “Kesaksian Kanan” (Laksmi Shitaresmi), “Reborn” (Imam Yunni) dan “God Isn’t Behind The Sky” (Nahla Ali), dan “Menuju Candi Putih” (Yogi Setyawan).*** (ask)