Lewat Musrenbang, Kanang Tekan Sarana Insfrastruktur Terintegrasi Lintas Sektor

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi tidak ingin kepalang tanggung dalam merealisasikan pembangunan lintas sektor menuju penguatan perekonomian yang sistematis dan terencana. Tentu salah satu jembatannya melalui melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha Ngawi, Selasa (13/03).

Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi Indah Kusuma Wardhani mengatakan, Musrenbang digelar mendasar UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistim perencanaan pembangunan nasional, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.

Adapun tema yang diambil untuk RKPD tahun 2019 adalah tentang pemerataan pembangunan insfrastruktur untuk mendorong pengentasan kemiskinan, peningkatan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi. Kata Danik demikian sapaan akrab dari Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi tema yang diambil tersebut diadopsi dari sasaran pokok RPJPD Kabupaten Ngawi tahun 2005-2025 pada tahapan RPJMD ke tiga serta mendasar isu-isu strategis pembangunan tahun 2019.

“Ada beberapa tahapan sebelum acara Musrenbang RKPD tahun ini digelar yakni menggelar Musrenbang ditingkat desa maupun kecamatan serta forum OPD,” ungkap Danik.

Tandasnya, Musrenbang yang digelar juga untuk melakukan sinkronisasi dan penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Serta usulan hasil Musrenbang tingkat kecamatan, pokok – pokok pikiran DPRD dan target indiktor SKPD tahun 2019 dan pemerataan pembangunan antar wilayah (SSWP-red). Sehingga Musrenbang kali ini menghasilkan  RKPD tahun 2019 yang obyektif dan realistis.

Sementara itu Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang, mengatakan, sasaran dan target dari Musrenbang tahun 2018 ini tidak lain diprioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan diwilayahnya. Sehingga untuk menuju ‘goldnya’ itu semua potensi yang ada wajib dikerahkan melalui program kerakyatan terkoneksi dengan skala prioritas secara terukur. Tidak menutup ruang, seperti arahan dari DPRD Kabupaten Ngawi penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) sesuai juklak dan juknisnya mempunyai peran dan andil untuk mengurangi kemiskinan secara terpadu.

“Sebagaimana arahan dan hasil dari beberapa musyawarah sebelumnya di wilayah Ngawi ini target sasaranya tidak lain adalah bagaimana kemiskinan ini dikurangi terus termasuk beban hidup. Untuk beban hidup tidak sebatas pada masalah yang rutin tetapi pada titik insidental. Seperti halnya dengan Posyandu tidak hanya bicara pada balita saja melainkan bagaimana masyarakat miskin mendapatkan prioritas secara preventif dalam hal ini pencegahan terhadap penyakit,” beber Kanang.

Selebihnya Kanang pun mengaju pada penguatan sarana insfrastruktur diwilayahnya yang terdiri dari 19 kecamatan itu. Ia katakan, penataan sarana insfrastruktur ini harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi satu sama lain. Artinya, jika ada sirkulasi perekonomian baik maka harus diikuti tentang kesiapan sarana dan prasarana harus baik. Maka peningkatan ekonomi baik dari segmen industri, pariwisata, pasar maupun UMKM akan terus terkejar. (pr)

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post