Beranda Bisnis PG Perketat Pengawasan Untuk Amankan Stok Pupuk Subsidi

PG Perketat Pengawasan Untuk Amankan Stok Pupuk Subsidi

9
SIAGAINDONESIA.COM Dalam mengamankan stok pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik akan terus meningkatkan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Baik dengan Dinas Pertanian dimasing-masing daerah juga dengan para distributor, kios resmi, hingga kelompok tani.
“Koordinasi adalah hal yang sangat krusial saat ini, mengingat sebagian petani sudah mulai menanam kembali dan membutuhkan pupuk bersubsidi,” kata, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik (PG) Yusuf Wibisono, Kamis (29/3/2018).
Terkait dengan distributor dan kios resmi, lanjutnya, perusahaan telah memberikan sosialisasi terhadap hal-hal apa saja yang harus menjadi perhatian utama. Selain wajib tertib administrasi, perusahaan juga meminta distributor dan kios agar dapat memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Untuk mengawasi dan memperlancar koordinasi, kami memiliki Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) sebanyak 77 personil dan dibantu dengan 323 orang asisten yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka adalah perwakilan perusahaan yang berwenang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait serta mengawasi distributor dan kios resmi,” ujarnya.
“Kami telah meminta petugas SPDP, agar menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan sejumlah pihak, terutama dinas pertanian dan distributor, terkait jadwal tanam komoditas utama di daerah-daerah, sehingga bisa diketahui kebutuhan real pupuk bersubsidi di suatu daerah,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Yusuf, penyaluran pupuk bersubsidi bisa sesuai dengan Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Waktu, Tempat Tempat, Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Mutu, dan Tepat Harga.
Selain koordinasi dengan Dinas Pertanian, distributor, kios resmi, dan kelompok tani, perusahaan juga akan menjalin koordinasi yang baik dengan instansi terkait lainnya, seperti Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) hingga TNI,” ungkapnya.
“Kami menghimbau kepada distributor, kios resmi, dan petugas SPDP. Bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan, dalam SK Dinas Pertanian, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegasnya.
“Tugas utama perusahaan, sebagai anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), adalah memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi, sebagaimana yang diatur dalam Permendag No. 15 Tahun 2013. Sedangkan jumlah alokasi pupuk bersubsidi telah ditetapkan melalui Permentan No. 47 Tahun 2017 yaitu sebesar 9,55 juta ton untuk tahun 2018,” urainya.
“Alokasi 9,55 juta ton inilah yang kemudian di-breakdown oleh pemerintah ke tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Alokasi inilah yang menjadi pedoman produsen pupuk dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke petani,” paparnya.
“Jika terjadi isu pupuk langka,  kami mengajak masyarakat untuk melihat lebih dalam. Apakah alokasi pupuk bersubsidi di suatu daerah masih ada atau tidak. Bila alokasi habis, maka produsen tidak bisa menyalurkannya selama belum ada keputusan realokasi dari pemerintah,” tandasnya. Zer