Data 1 Juta Pengguna Bocor, Indonesia Siap Blokir Facebook

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Data pengguna Facebook Indonesia bocor. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengantisipasi penegakan hukum secepatnya.

Rudiantara menyebut, hingga saat ini sudah diketahui ada satu juta data pengguna Facebook Indonesia yang bocor. Jika Facebook tidak bisa bertanggung jawab atas kecerobohan tersebut maka akan dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Menteri (PM) Kominfo Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Penggunaan data yang tidak semestinya oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) bisa melanggar Peraturan Menteri Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP) maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Kalau Facebook tidak bisa memastikan comply dengan peraturan menteri tentang data pribadi maka ada dua sanksi hukumnya. Sanksi administrasi maupun sanksi pidana. Pidana ada dua, yaitu hukuman badan sampai 12 tahun maupun denda sampai 12 miliar.

Bahkan Rudiantara, apabila diperlukan tidak segan-segan akan memblokir Facebook. “Tentunya mekanisme ini harus melalui prosedur dan aturan yang berlaku di Indonesia,” beber Rudiantara kepada media.

Berdasarkan siaran pers Facebook, Rabu, 4 April 2018, terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica (CA).

Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yang kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia.

Rudiantara juga mengatakan sudah menghubungi Facebook langsung melalui telepon sekitar 10 hari lalu. Dia mengingatkan selaku penyelenggara PSE yang beroperasi di Indonesia, Facebook harus taat dengan peraturan yang berlaku di Indonesia – sekaligus minta penjelasan terkait Cambridge Analytica dan dampaknya terhadap pengguna di Indonesia.

Seperti diketahui Cambridge Analytica adalah konsultan politik yang disewa Tim Kampanye Donald J Trump pada Pemilu 2016 lalu. Puluhan juta akun yang dibajak digunakan untuk mempengaruhi pemilih lewat 10 ribu iklan kampanye yang dengan penghitungan logaritma menyasar pemilih yang berbeda-beda. Iklan yang ditayangkan Cambridge Analytica itu dibaca miliaran kali oleh sebagian besar pemilih AS.

Pencurian data pribadi dari media sosial yang didirikan dan dikelola oleh Mark Zuckerberg  itu bukan hanya 50 juta, melainkan mencapai 87 juta akun. Pencurian terbesar terjadi di Amerika Serikat (AS) yang mencapai 70-an juta akun, disusul Filipina 1,1 juta akun, dan Indonesia 1 juta akun.

Cambridge Analytica menggunakan data yang dicurinya untuk pemenangan Presiden AS Donald J Trump. Media kenamaan Inggris, The Guardian, mengungkapkan data-data yang dicuri lewat kuis kepribadian di Facebook itu untuk memenangkan kliennya.aj

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post