Beranda oase Menikmati Karya Dua Sejoli Joko “Gundul” dan Sri Lestari di Taman Dayu

Menikmati Karya Dua Sejoli Joko “Gundul” dan Sri Lestari di Taman Dayu

23
Lukisan karya pasangan pelukis Joko Sulistiono “Gundul” dan Sri Lestari Pujihastuti yang dipamerkan Goedang Loekisan, Taman Dayu Golf and Resort Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (6/4/2018).

SIAGAINDONESIA.COM Goedang Loekisan menampilkan karya pasangan pelukis Joko Sulistiono “Gundul” dan Sri Lestari Pujihastuti, di Taman Dayu Golf and Resort Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (6/4/2018).

Kolaborasi mereka berdua diwujudkan Goedang Loekisan dalam pameran bertajuk Couple#1 selama sebulan mendatang.

Beberapa karya Joko kali ini mengusung goresan ber-seri. Mulai Seri Tarian Jiwa, Seri Hewan, Seri Satria, Seri Dewa – Dewa, Seri Dewi – Dewi, dan Seri Dinamis dengan ukuran mulai 80 x 100cm dan 150 x 150 cm dibanderol harga Rp 20 juta – Rp 40 juta. Sedangkan untuk masterpiece berupa lukisan berukuran 200 x 300 cm seharga Rp 90 juta berjudul Tarian Naga.

Sang istri memilih sosok – sosok perempuan cantik dalam goresan dekoratif. Menampilkan aneka warna penuh keceriaan pemberi semangat, Taman Hati, Sang Penakluk, Bidadari, Limanjiwo, Tanam Buah, dan Santai rata – rata dibanderol seharga Rp 15 juta. Setidaknya hal itu membawa Joko ikut larut dengan karya yang ia buat kali ini. Dominasi warna biru laut cerah dan tetap dengan sisi maskulin Joko yang misterius.

Banyak keindahan tersirat, baik Joko maupun Sri Lestari memiliki cara untuk memanjakan mata dan melarutkan penikmatnya. Tapi siapa sangka, lukisan tidak hanya tentang goresan. Ada kisah kehidupan, juga energi.

Lukisan masterpiece berjudul Tarian Naga berukuran 200 x 300 cm dibandrol seharga Rp 90 juta.
Lukisan masterpiece berjudul Tarian Naga berukuran 200 x 300 cm dibandrol seharga Rp 90 juta.

Joko memiliki power tinggi. Pria kelahiran Yogyakarta tersebut merupakan pelukis kontemporer yang masuk dalam lima besar Philip Morris Indonesia Art Award, selain itu ia telah malang melintang pada beberapa pameran nasional maupun internasional.

“Joko adalah pelukis yang sangat cerdas dan hebat, dia pribadi unik serta agak aneh,” terang Abidin Ezra, selaku pemilik Goedang Loekisan, Jumat (6/4/2018).

Abidin bahkan mengagumi dan mengoleksi karya – karya pelukis yang sempat vakum pada 2010 – 2013 silam. Selama tiga tahun itu, Joko sama sekali tidak melukis sebagai bentuk kekecewaan dan kemarahannya dalam berkesenian maupun lingkungan.

Abidin Ezra, selaku pemilik Goedang Loekisan.
Abidin Ezra, selaku pemilik Goedang Loekisan.

Dalam masa pengasingan diri, sang istri mulai belajar melukis dari nol. Hingga akhirnya mampu membangkitkan optimisme Joko Gundul untuk menggores kuas kembali.

“Kolaborasi mengasyikkan, tentang hubungan suami istri yang tersalurkan dalam karya. Nantinya pameran ini akan berlanjut ke Surabaya,” pungkasnya.

Diakui Abidin, tak banyak pasangan pelukis menampilkan karya bersama. Bahkan bisa dibilang jarang, karena sulitnya menyatukan karya mereka dalam sebuah pameran. Namun ia optimis dalam waktu dekat, Goedang Loekisan akan mengangkat beberapa karya pasangan pelukis lain untuk tampil di hadapan publik serta kolektor lukisan.Pak_Dik