Beranda featured Yang Menggandeng Rizal Ramli Pasti Menang

Yang Menggandeng Rizal Ramli Pasti Menang

51
Prabowo Subianto dan Rizal Ramli.

SIAGAINDONESIA.COM Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah sibuk mengumpulkan para ulama di Istana Bogor. Bahkan pada pertemuan Jokowi dengan 96 ulama dari Jawa Barat di Istana Bogor, Pada Selasa (10/4/2018), Jokowi bertemu dengan 96 ulama. Selanjutnya pada Minggu (22/4/2018), Jokowi menemui Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Banyak yang menilai, tujuan Jokowi mengundang ulama terkait dukungan Pilpres 2019. yang paling mengemuka adalah usulan Cawapres dari kalangan ulama. Usulan ini cukup beralasan mengingat Jokowi kerap dilanda isu miring. Dengan memilih RI-2 dari ulama, selain bisa menepis tuduhan Jokowi sebagai sosok yang berseberangan dengan aspirasi Islam, juga menjadi kredit point untuk menggaet pemilih dari umat muslim.

Itu soal Jokowi. Bagaimana dengan kompetitornya, siapakah Cawapres yang diusulkan untuk mendampingi Prabowo Subianto (PS) di Pilpres 2019?

Saat ini Gerindra dikabarkan telah mengantongi 15 nama kandidat calon pendamping PS. Dari 15 nama tersebut, beberapa di antaranya merupakan nama-nama yang sangat familiar di masyarakat.

Ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (GN), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Kemudian Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Paling gencar penggiringan opini GN yang disebut-sebut layak menjadi Capres dari Gerindra. Sementara untuk PS, dia cukup menjadi king maker seperti yang dilakukan Megawati Soekarnoputri kepada Jokowi pada Pilpres 2014 silam.

Namun info yang diterima redaksi, PS hingga kini tetap menjadi Capres Gerindra. Tidak ada istilah king maker. Bahkan nama GN tidak masuk dalam radar Gerindra, baik bursa Capres maupun Cawapres.

Justru untuk posisi pendamping PS yang paling mencolok adalah Rizal Ramli (RR). Pertemuan mantan Menko Perekonomian dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Kafe JakBistro, di kawasan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018) lalu, menegaskan posisi RR di mata Gerindra.

Seperti diketahui Sandiaga Uno adalah Ketua Tim Pemilihan Cawapres untuk Prabowo Subianto. Tentunya pertemuan antara RR dan Sandiaga dapat diartikan sebagai ‘audisi’. Tampaknya Sandiaga ingin melihat sejauh mana keseriusan RR dalam Pilpres 2019 apabila dipilih mendampingi PS, apakah layak atau tidak.

Dalam pertemuan itu, RR bercerita ke Sandiaga soal Pulau Malaria untuk 100 orang paling brengsek di Indonesia. Yang dimaksud ‘orang brengsek’ adalah koruptor. “Hari pertama saya jadi Presiden saya akan tangkap 100 orang paling brengsek di Indonesia,” kata RR.

Sudah lama RR memiliki rencana untuk membuat pulau malaria di Indonesia Tengah, tepatnya di Pulau Matasiri, Kalimantan Selatan. Menurut RR, di sana  terkenal malaria. Pulau itu diduga menjadi tempat endemik bagi salah satu jenis nyamuk penyebab malaria.

RR tidak mau mengikuti jejak Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menembak mati gembong narkoba. Sebab itu melanggar hak asasi manusia. Sedangkan jika 100 orang yang dibuang ke pulau malaria meninggal, RR berpendapat kesalahan bukan terletak pada dirinya.

“Seandainya mereka sakit karena malaria dan meninggal, yang melanggar hak asasi manusia bukan Rizal Ramli tetapi nyamuk malaria,” ujarnya.

Selama 10 menit nonstop RR menjabarkan visi misinya setelah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu membuka acara secara singkat. RR menuturkan, jika menjabat presiden, pada hari kedua dia akan membuat kebijakan agar partai dibiayai sepenuhnya oleh negara.