Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor Hingga 2021

Pembebasan Lahan Proyek KCJB Capai 64,2 Persen, Meleset dari Perkiraan Awal

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan jadwal pengoperasian proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) molor hingga Maret 2021. Padahal sebelumnya dia menargetkan pada akhir 2020.

Pernyebab molornya target pengoperasian KCJB dikarenakan proyek tersebut harus menjalani masa uji coba. “Jadi testing makan waktu lama, antara 3-4 bulan untuk menjaga betul-betul keselamatan,” kata Rini saat meninjau Proyek Inlet Tunnel 1 KCJB di Halim, Jakarta pada Rabu (2/5/2018).

Sementara progres pembebasan lahan proyek KCJB sudah mencapai 64,2 persen dan akan segera dituntaskan seiring dengan percepatan pembangunan KCJB. Rini menargetkan pembebasan lahan di 22 titik akan rampung pada 7 Mei mendatang.

Target pembebasan lahan ini juga meleset dari perkiraan awal, yang seharusnya rampung pada akhir April lalu. “Tapi, ternyata butuh kira-kira satu minggu lagi untuk menyelesaikan 22 titik,” kata Rini.

Kunjungan Rini ke proyek KCJB hari ini dilakukan bersama President of China Railway Corporation (CRC) Lu Dongfu. Inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter yang ditinjau, merupakan salah satu titik kritis dari total 16.375 m leter Tunnel yang akan dikerjakan selama 26 bulan.

Pengerjaan Tunnel 1 telah merampungkan pemadatan konstruksi jalan beton seluas 2.700 meter persegi, selesainya pembangunan jalan akses, serta pembangunan bengkel rebar. Pembangunan Tunnel 1 ini dikerjakan juga oleh pekerja ahli asal Tiongkok untuk memastikan teknis, keselamatan dan keamanan. Sebab, pengerjaan Tunnel 1 ini dilinai sangat kompleks.

Sementara, pekerja Indonesia terus mendampingi sebagai wujud alih tekhnologi, kemampuan, dan pengetahuan. Ini sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati antara Indonesia dengan Tiongkok. Alasan lainnya adalah ini kali pertama bagi Indonesia membangun Tunnel untuk Kereta Cepat.

“Baik Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah China (Tiongkok) senantiasa memastikan dan menjaga kualitas pekerjaan konstruksi kereta cepat ini,” kata Rini.

Selain itu, Tunnel yang akan ditinjau selanjutnya pada 3 Mei 2018 adalah Walini tunnel. Tunnel ini akan dibangun sepanjang 608 meter, dengan kapasitas penggalian yang dirancang bervolume 510.000 meter kubik. Saat ini, di Walini Tunnel sedang dikerjakan penggalian lereng di sisi outlet dan telah selesai dengan total 57.000 meter kubik.kd

Up Next

Related Posts

Discussion about this post