Beranda Bisnis Kembangkan Indonesia Timur, Pelindo III Bangun 11 Terminal Penumpang Kapal

Kembangkan Indonesia Timur, Pelindo III Bangun 11 Terminal Penumpang Kapal

14
Ceo Pelindo III Askhara

SIAGAINDONESIA.COM – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan dan renovasi gedung terminal penumpang kapal laut pada 11 pelabuhan di Indonesia. Sebagian besar berada di Nusa Tenggara Timur, yakni Maumere, Ende, Ippi, Kupang, Waingapu, dan Kalabahi. Kemudian bergeser ke barat, di Bima Nusa Tenggara Barat, dan Benoa Bali. Juga untuk Kalimantan, yakni di Batulicin, Sampit, dan Kumai.

Rencana tersebut diungkapkan CEO Pelindo III Ari Askhara pada acara di Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (11/5/2018), untuk peresmian gedung terminal baru di Maumere dan Ende. Pada kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya tersebut, disebutkan Pelindo III optimis dapat menyelesaikan seluruh pembangunan pada akhir tahun 2019.

“Hal terpenting dari dibangunnya terminal-terminal penumpang di pelabuhan kecil ialah untuk memberikan layanan yang terstandar. Standarisasi ini penting bagi bisnis, karena dampak ikutannya bisa meningkatkan layanan. Sehingga transportasi laut menjadi lebih aman dan penumpang kapal laut juga berhak mendapat layanan yang nyaman,” urai Ari Askhara.

Selanjutnya, meski pelayanan penumpang berkontribusi kecil atau hanya sekitar 2 persen dari total pendapatan perseroan. Namun sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang merupakan agen pembangunan negara, Pelindo III tetap turut aktif menghadirkan infrastruktur transportasi yang representatif bagi penumpang kapal di kawasan timur Nusantara.

Desain arsitektural gedung terminal penumpang akan dibangun sesuai dengan karakteristik budaya daerah setempat. Dengan harapan nantinya dapat menjadi bangunan ikonik gerbang laut pariwisata daerah.

“Hal tersebut seiring dengan proyeksi meningkatnya arus wisatawan domestik juga kedatangan turis internasional yang naik cruise (kapal pesiar) internasional. Karena ada banyak destinasi wisata yang tersebar dari Bali hingga Timor yang berciri geografis kepulauan. Potensi ini harus diambil demi mendorong perekonomian warga lokal, dan negara,” ujar Ari Askhara.

GM Pelindo III Maumere Yusvensius Andre Kartiko membenarkan, terkait penggunaan desain arsitektural lokal pada gedung terminal dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Seperti di Pelabuhan Maumere yang baru diresmikan tersebut, yang identik dengan rumah khas Maumere dengan atap tinggi dan ventilasi relatif besar. Sehingga dengan mengusung kearifan lokal itu bermanfaat penumpang tidak merasa panas dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga nyaman berada di dalam terminal penumpang.

“Untuk Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, dibangun gedung dua lantai seluas 2.500 meter persegi dengan kapasitas 1.000 penumpang. Sementara untuk Pelabuhan Ende di Kabupaten Ende, juga berupa gedung dua lantai seluas 2.300 meter persegi untuk 750 penumpang. Untuk kedua gedung terminal itu Pelindo III menghabiskan dana hingga Rp 44 miliar,” terangnya.

Dengan gedung terminal baru di Pelabuhan Maumere, kini alur penumpang kapal laut terpisah dari operasional bongkar muat kargo dan peti kemas. Sehingga menjadi lebih aman. “Selain itu peningkatan kapasitas penumpang di terminal akan dapat mengakomodir peningkatan arus penumpang di Pelabuhan Maumere dan Ende yang tidak hanya melayani rute antarpelabuhan di NTT, tetapi juga ke NTB, Bali, bahkan hingga tujuan Surabaya dan Makasar,” pungkas Yusvensius Andre Kartiko.

Untuk diketahui, PT Pelindo III (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 23 anak perusahaan dan afiliasi.